Metropolitan

Dharma Wanita Persatuan Gelar Sosialisasi Kanal Layanan Teman Cerita di SMA Al-Azhar 3

Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan menggelar program DWP Mengajar di SMA Al-Azhar 3 Jakarta, Kebayoran Baru. Kegiatan bertajuk Jaga Anak Jaksel Aman, Sehat, Berliterasi dan Kanal Layanan Teman Cerita tersebut diikuti sekitar 200 peserta didik.

Materi yang diberikan berfokus pada perlindungan diri, kepedulian terhadap sesama, serta keberanian menyampaikan persoalan dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Program ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak merasa aman untuk berbicara dan memperoleh dukungan.

Wakil Ketua I DWP Jakarta Selatan, Sri Mulyanti Firmanudin, mengatakan peserta didik membutuhkan ruang yang aman untuk menyampaikan perasaan dan mendapatkan pendampingan. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara DWP, pemerintah, dan sekolah.

Peserta didik juga didorong untuk berani bercerita, menyampaikan pendapat, serta meminta bantuan ketika menghadapi persoalan. Kanal Layanan Teman Cerita diperkenalkan sebagai salah satu sarana agar anak dapat didengar, didampingi, dan memperoleh bantuan yang sesuai.

Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan, Rizky Hamid, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) telah menangani lebih dari 300 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk melaporkan kasus agar setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti dan korban memperoleh pendampingan.

Para pelajar juga diajak untuk melapor apabila melihat atau mengalami kekerasan, sehingga mereka tidak merasa harus menghadapi persoalan tersebut sendirian. Pelaporan dipandang sebagai langkah awal untuk menghubungkan korban dengan mekanisme perlindungan dan layanan pendampingan yang tersedia.

Wakil Kepala SMA Al-Azhar 3 Jakarta, Isa Brata Kusuma, menilai kegiatan tersebut membantu siswa memahami hak mereka atas rasa aman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap teman. Sekolah berharap peserta didik semakin berani menyampaikan persoalan ketika menghadapi masalah dan tidak ragu mencari bantuan.

Edukasi mengenai perlindungan diri juga diarahkan agar siswa mampu mengenali situasi yang membutuhkan perhatian serta dukungan orang lain. Melalui kerja sama antara sekolah, pemerintah, dan organisasi masyarakat, kegiatan tersebut mendorong terbentuknya lingkungan pendidikan yang lebih terbuka terhadap persoalan perlindungan anak.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...