Basket Sports

Era Kawhi-Paul George Berakhir Tanpa Finals, Shai Justru Jadi MVP Bersama OKC

Keputusan Los Angeles Clippers membangun tim di sekitar Kawhi Leonard dan Paul George pada 2019 kini menjadi salah satu periode yang menyisakan banyak pertanyaan dalam sejarah franchise. Demi mewujudkan proyek tersebut, Clippers mengirim Shai Gilgeous-Alexander bersama Danilo Gallinari dan paket besar aset draft ke Oklahoma City Thunder untuk mendapatkan George, tetapi era yang diharapkan menghasilkan gelar NBA itu berakhir tanpa satu pun penampilan di NBA Finals.

Namun, proyek yang diharapkan membawa Clippers menuju gelar NBA tersebut berakhir tanpa satu pun penampilan di NBA Finals. Sebaliknya, Gilgeous-Alexander berkembang menjadi salah satu pemain terbaik NBA bersama Oklahoma City Thunder dan membawa klub tersebut menjadi juara.

Kedatangan Leonard dan George saat itu membuat Clippers langsung dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Leonard baru saja membawa Toronto Raptors menjadi juara NBA, sementara George datang setelah menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya bersama Thunder.

Namun, perjalanan Clippers tidak berjalan sesuai ekspektasi. Salah satu kegagalan terbesar terjadi pada playoff 2020 di NBA Bubble ketika mereka kehilangan keunggulan 3-1 atas Denver Nuggets pada semifinal Wilayah Barat dan gagal mencapai Conference Finals.

Masalah cedera kemudian menjadi bagian besar dari perjalanan Leonard dan George bersama Clippers. Kondisi tersebut berulang kali membuat Los Angeles tidak dapat menurunkan kedua bintangnya secara maksimal pada momen-momen penting di postseason.

Clippers memang akhirnya mencapai Western Conference Finals untuk pertama kalinya dalam sejarah franchise pada 2021, tetapi mereka tetap gagal melangkah ke NBA Finals. George kemudian meninggalkan Los Angeles setelah masa kebersamaan keduanya berakhir tanpa menghasilkan gelar juara.

Di sisi lain, Gilgeous-Alexander berkembang menjadi pemain berstatus MVP bersama Oklahoma City. Thunder juga berhasil membangun skuad yang mampu menjadi kekuatan besar di NBA, sementara aset draft yang diperoleh dari pertukaran George memainkan peran penting dalam proses pembangunan tim mereka.

Kontras perjalanan kedua tim membuat trade tersebut terus menjadi sorotan. Clippers mengorbankan pemain muda dan sejumlah besar aset draft untuk mengejar kesempatan menjadi juara bersama Leonard dan George, sedangkan Oklahoma City menggunakan kesepakatan tersebut sebagai salah satu fondasi untuk membangun masa depan mereka.

Pada akhirnya, era Leonard-George yang semula diharapkan menjadi periode terbaik dalam sejarah Clippers justru berakhir tanpa penampilan di NBA Finals. Sementara Thunder berkembang bersama Gilgeous-Alexander, Clippers harus menghadapi konsekuensi jangka panjang dari pertaruhan besar yang tidak pernah menghasilkan gelar NBA.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...