Arab Saudi meminta dukungan Mesir untuk menghadapi meningkatnya serangan kelompok Houthi Yaman terhadap pelayaran dan infrastruktur negara tersebut. Permintaan itu disampaikan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MbS) saat bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo, Selasa (15/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyatakan komitmen bersama untuk menjaga kebebasan dan keamanan navigasi maritim di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Namun, hingga kini belum dijelaskan secara rinci bentuk dukungan yang akan diberikan Mesir kepada Arab Saudi.
Peningkatan serangan Houthi menjadi perhatian karena Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dengan samudra terbuka. Jalur tersebut juga menjadi salah satu rute menuju pasar minyak utama Arab Saudi di Asia.
Houthi disebut telah menyerang pelayaran Saudi sejak akhir Juli. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut juga dilaporkan memperkuat posisinya di sekitar Selat Bab el-Mandeb, termasuk dengan merebut pelabuhan Mokha di Laut Merah dan tiga pulau strategis di kawasan tersebut.
Ancaman terhadap sektor energi Saudi turut meningkat setelah serangan sebelumnya merusak Jalur Pipa Timur-Barat, salah satu jalur distribusi minyak negara tersebut. Jalur itu diperkirakan harus ditutup sebagian besar selama beberapa pekan untuk menjalani perbaikan.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan minyak ke pasar global hingga beberapa juta barel per hari. Jika Selat Bab el-Mandeb juga terganggu, ekspor minyak Saudi melalui Laut Merah dapat ikut terdampak.
Di tengah situasi tersebut, Saudi disebut masih berhati-hati untuk melancarkan operasi militer besar terhadap Houthi. Serangan besar dikhawatirkan memicu aksi balasan terhadap infrastruktur minyak Saudi.
Sementara itu, dukungan Mesir terhadap Saudi kemungkinan tidak berupa pengiriman pasukan. Meski begitu, Kairo memiliki pengaruh di kawasan dan selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pusat upaya mediasi konflik Timur Tengah.
Mesir sendiri memiliki kepentingan terhadap keamanan Laut Merah. Serangan Houthi terhadap pelayaran sebelumnya menyebabkan lalu lintas kapal melalui Terusan Suez menurun dan berdampak terhadap pendapatan Mesir dari jalur perdagangan tersebut.
Dengan kondisi itu, Saudi kini menghadapi pilihan antara meningkatkan respons militer terhadap Houthi atau mencari penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

