Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan kenaikan harga minyak dunia hingga menembus US$100 per barel berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia.
Bahlil mengatakan kondisi harga minyak dunia saat ini turut memengaruhi harga BBM di dalam negeri. Hal itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM subsidi. Bahlil juga mengimbau masyarakat yang dinilai mampu untuk menggunakan BBM nonsubsidi sehingga subsidi energi dapat lebih tepat sasaran.
“Saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” ujar Bahlil.
Harga minyak dunia saat ini memang masih berada di atas US$100 per barel. Pada perdagangan Jumat (11/9), harga minyak mentah Brent tercatat naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah kedua harga acuan minyak sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Dalam pergerakan selama sepekan, harga Brent dan WTI masing-masing telah mengalami kenaikan hampir 13 persen.
Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memastikan penetapan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, tetap mengikuti formula yang telah ditentukan pemerintah.
VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan perusahaan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga BBM, baik untuk jenis subsidi maupun nonsubsidi.
Menurut Kitty, harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi sejumlah parameter yang memengaruhi pembentukan harga BBM. Kedua faktor tersebut masih mengalami perubahan.
Sementara untuk BBM subsidi, Pertamina Patra Niaga menyatakan tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah.
Kepastian tersebut disampaikan Pertamina di tengah dinamika harga minyak dunia yang masih berada di atas US$100 per barel serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

