Sejumlah wilayah DKI Jakarta masuk status Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II, periode 11–20 September 2026. Menanggapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Jaya (PAM Jaya) memastikan pasokan air baku untuk kebutuhan masyarakat masih berada dalam kondisi aman.
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyampaikan kepastian tersebut pada Kamis, 17 September 2026, setelah manajemen meninjau langsung sejumlah sumber air baku utama. Perusahaan terus memantau debit dan kualitas air secara berkala untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap pelanggan.
PAM Jaya mengintensifkan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta II (PJT II), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran dan kontinuitas pasokan air bersih selama periode kemarau.
Perusahaan juga menyiapkan langkah antisipasi berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila kekeringan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi untuk menjaga ketersediaan air di tengah kondisi cuaca yang berisiko.
Meskipun pasokan air baku dan distribusi melalui jaringan perpipaan masih berada dalam batas aman, PAM Jaya meminta masyarakat menggunakan air secara bijak. Penghematan konsumsi air sehari-hari dinilai penting untuk menjaga cadangan selama puncak musim kemarau.
Pemantauan sumber air akan terus dilakukan untuk mengetahui perubahan debit dan kualitas pasokan secara lebih dini. Dengan demikian, potensi gangguan terhadap layanan air bersih dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Kondisi kekeringan meteorologis menunjukkan pentingnya koordinasi antara pengelola air, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam menjaga ketahanan air Jakarta.
PAM Jaya menilai kesiapan teknis perlu berjalan bersamaan dengan perilaku hemat air dari masyarakat. Langkah antisipasi juga diperlukan apabila periode kering bertahan lebih panjang dibandingkan proyeksi awal. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga Jakarta sepanjang musim kemarau.
Alexander Jason – Redaksi

