World

Kapal Komersial Iran Diserang di Selat Hormuz, 1 Tewas dan 4 Terluka

Sebuah kapal komersial Iran dilaporkan diserang di dekat Pulau Qeshm, Selat Hormuz, pada Minggu (13/9) dini hari waktu setempat, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Media pemerintah Iran menuding “musuh teroris” berada di balik serangan tersebut, tetapi tidak menyebut pihak tertentu dan hingga kini belum ada pihak yang secara terverifikasi dinyatakan bertanggung jawab.

Dilansir dari CNN, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan satu orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan tersebut. Kantor berita pemerintah IRNA mengutip Gubernur Qeshm yang menyalahkan “musuh teroris” atas insiden itu.

Namun, laporan yang tersedia belum memberikan bukti independen mengenai identitas pelaku. Amerika Serikat (AS) juga belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut, sementara CNN telah menghubungi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) untuk meminta tanggapan.

Secara terpisah, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan kapal lain terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di Selat Hormuz pada Sabtu malam. Insiden tersebut memicu kebakaran dan otoritas setempat membantu mengevakuasi awak kapal, sementara negara tempat kapal itu terdaftar belum diungkapkan.

Pulau Qeshm, yang berjarak sekitar 22 kilometer dari kota pelabuhan Bandar Abbas, memiliki posisi strategis bagi Iran dalam mengawasi lalu lintas melalui Selat Hormuz. Sebelum konflik, sekitar 20 juta barel minyak melewati jalur tersebut setiap hari, sementara lalu lintas saat ini dilaporkan masih sekitar 90 persen lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang.

Insiden itu terjadi sehari sebelum para diplomat dari sejumlah negara Arab Teluk dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Iran di Oman pada Senin (14/9) untuk membahas pengelolaan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengonfirmasi rencana pertemuan tersebut, meski Bahrain menyatakan tidak akan hadir dan belum diketahui seluruh negara yang akan berpartisipasi.

Iran selama beberapa bulan terakhir telah bernegosiasi dengan Oman mengenai kemungkinan kesepakatan pengaturan pelayaran melalui Selat Hormuz. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan jalur tersebut dapat kembali dibuka dengan syarat AS mengakhiri blokadenya terhadap Iran.

Ketegangan juga meningkat di jalur pelayaran strategis lainnya setelah kelompok Houthi di Yaman memperluas operasi militernya. Houthi pada Minggu mengklaim menyerang sebuah pangkalan militer Arab Saudi di wilayah Sharurah menggunakan rudal balistik dan drone.

Houthi sebelumnya juga mengklaim telah merebut Pulau Perim di Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Perkembangan di Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan energi dan pelayaran internasional. Khusus untuk serangan terhadap kapal komersial Iran di dekat Qeshm, identitas pihak yang bertanggung jawab masih belum dapat dipastikan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...