Komisi IX DPR membuka opsi membentuk panitia kerja (panja) untuk mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul berulangnya kasus keracunan di sejumlah daerah. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengatakan panja dapat dibentuk apabila tidak terdapat perbaikan mendasar dalam tata kelola program tersebut.
Langkah ini mencerminkan dorongan parlemen agar pelaksanaan MBG mendapat pengawasan yang lebih terarah. Evaluasi diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan sekaligus menjaga keamanan makanan yang diterima masyarakat.
Charles juga mendorong kemungkinan pembentukan panitia khusus (pansus) apabila persoalan keracunan MBG semakin memburuk. Berbeda dengan panja yang bekerja dalam satu komisi, pansus melibatkan sejumlah komisi DPR untuk membahas persoalan tertentu secara lebih luas.
Usulan pembentukan pansus MBG sebelumnya disebut telah disampaikan, tetapi belum memperoleh persetujuan dari pimpinan DPR. Perkembangan kasus di berbagai daerah akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah pengawasan selanjutnya.
Charles meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memperbaiki tata kelola MBG agar kasus keracunan tidak kembali terjadi. DPR masih memberikan kesempatan kepada BGN untuk melakukan pembenahan sehingga program tersebut dapat berjalan secara aman dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia.
Perbaikan tata kelola dinilai perlu mencakup pengawasan terhadap pelaksanaan program serta pencegahan masalah keamanan pangan. Langkah tersebut menjadi penting karena MBG menjangkau masyarakat dalam jumlah besar di berbagai wilayah.
Berulangnya kasus keracunan membuat pelaksanaan MBG menjadi perhatian Komisi IX DPR. Evaluasi dan penguatan pengawasan dinilai diperlukan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam pelaksanaan program dan mencegah kejadian serupa.
Jika perbaikan mendasar tidak terlihat, opsi panja maupun pansus dapat kembali dipertimbangkan sesuai mekanisme DPR. Pengawasan yang lebih kuat diharapkan dapat memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan aman, efektif, dan sesuai dengan tujuan penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat.
Alexander Jason – Redaksi

