Kelompok oposisi Kurdi Iran melaporkan serangkaian serangan terhadap basis dan kamp mereka di wilayah Kurdistan, Irak, dalam tiga hari berturut-turut sejak Senin (14/9/2026). Serangan dilaporkan terjadi di wilayah Erbil dan Sulaimani, dengan menggunakan rudal serta drone.
Partai Kebebasan Kurdistan atau Kurdistan Freedom Party (PAK) pada Rabu (16/9) mengatakan telah mencegat sebuah drone yang disebut diluncurkan Iran. Drone tersebut dilaporkan berupaya menyerang pangkalan Chamshar milik sayap bersenjata PAK, Tentara Nasional Kurdistan, di sepanjang jalan Erbil-Duhok, dekat Distrik Darashakran, sebelah utara Erbil.
Anggota pimpinan PAK, Rebaz Sharifi, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikannya kepada stasiun televisi Kurdi Rudaw.
Menurut PAK, sasaran serangan merupakan pangkalan sayap bersenjata kelompok tersebut, yakni Tentara Nasional Kurdistan.
Pada hari yang sama, kelompok oposisi lainnya, Partai Demokrat Kurdistan Iran atau KDPI, juga melaporkan adanya serangan drone terhadap salah satu pangkalan mereka di kawasan Balisan, timur laut Erbil. Informasi tersebut dikutip dari Anadolu Agency.
KDPI merupakan salah satu kelompok pembangkang Kurdi terbesar di Iran. Kelompok tersebut sebelumnya juga melaporkan adanya serangan terhadap basis mereka yang berada di wilayah Irak.
Serangkaian serangan yang dilaporkan kelompok-kelompok Kurdi tersebut terjadi setelah serangan rudal pada Senin yang menghantam sebuah kamp di Zirgwez, wilayah selatan Provinsi Sulaimani.
Kamp tersebut diketahui menampung keluarga anggota kelompok Kurdi Iran Komala dan berada di kawasan yang menjadi lokasi sejumlah kamp oposisi Kurdi Iran.
Seorang pejabat Komala mengatakan tiga rudal menghantam lokasi tersebut. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan material, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Laporan mengenai serangan drone dan rudal tersebut berasal dari kelompok oposisi Kurdi yang menjadi pihak terdampak. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi ataupun memberikan penjelasan mengenai tuduhan serangan tersebut.
Dengan demikian, informasi mengenai keterlibatan Iran dalam serangkaian serangan tersebut masih berdasarkan laporan dan klaim dari kelompok oposisi Kurdi. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran yang tersedia dalam laporan tersebut.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

