National

Kemendikdasmen: Sekolah Lama Tetap Dibenahi, Sekolah Baru Dibangun

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pembangunan sekolah baru berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur sekolah yang sudah ada.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan pembangunan sekolah baru tidak dilakukan dengan mengesampingkan kebutuhan perbaikan sekolah lama.

Kemendikdasmen mencatat, sebanyak 35 lokasi akan memasuki tahap pembangunan fisik tahun ini dan diproyeksikan mulai menerima murid baru pada 2027. Program tersebut menjadi bagian dari target pemerintah menghadirkan hingga 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di seluruh Indonesia pada 2029.

Sebelumnya, Kemendikdasmen melalui siaran pers pada Juli 2026 menyebut pemerintah menyiapkan pembangunan SNT di 37 lokasi pada 2026. Sebanyak 17 lokasi ditargetkan mulai memberikan layanan pada tahun ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya masuk tahap pembangunan dan ditargetkan menerima murid baru pada 2027.

Kemendikdasmen menjelaskan, SNT tidak hanya diarahkan sebagai pembangunan sekolah baru, tetapi juga sebagai upaya memperluas akses pendidikan bermutu sekaligus menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Target pemerintah adalah menghadirkan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Di sisi lain, Kemendikdasmen juga menyoroti potensi peserta didik yang mengikuti program tersebut. Sejumlah siswa disebut berasal dari sekolah asal dengan prestasi akademik maupun nonakademik yang dapat menjadi modal dalam pengembangan kualitas pendidikan di SNT.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...