Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, meminta seluruh pengelola gedung di Jakarta memastikan bangunan mereka dilengkapi sistem deteksi dini kebakaran dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memadai. Imbauan tersebut disampaikan menyusul tingginya frekuensi kebakaran di ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah insiden yang menjadi perhatian termasuk kebakaran di Gedung Bappenda DKI Jakarta yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan pada Agustus 2026 serta kebakaran permukiman di Kebayoran Lama. Kondisi tersebut kembali menyoroti pentingnya kesiapan sistem proteksi kebakaran di berbagai bangunan.
Suhud menilai masih terdapat bangunan pemerintah maupun swasta di Jakarta yang belum memenuhi standar keselamatan kebakaran. Ia menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan bangunan gedung yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 beserta berbagai aturan turunannya.
Menurutnya, keberadaan sistem proteksi kebakaran tidak seharusnya baru diperhatikan setelah terjadi insiden. Pengelola gedung dinilai perlu memastikan seluruh perangkat keselamatan berfungsi dan siap digunakan sebelum keadaan darurat terjadi.
Kondisi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Suhud meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) meningkatkan pemeriksaan serta edukasi kepada pengelola dan masyarakat.
Pemeriksaan terhadap kelayakan sistem proteksi gedung diharapkan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari langkah pencegahan. Dengan demikian, penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada respons setelah kejadian, tetapi juga pada upaya mengurangi risiko sejak awal.
Berdasarkan data Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, tercatat 1.216 peristiwa kebakaran di wilayah Jakarta sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran tertinggi dalam periode tersebut. Tingginya jumlah insiden membuat penerapan dan pengawasan standar keselamatan bangunan menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi kerugian maupun potensi korban jiwa. Penguatan deteksi dini, ketersediaan APAR, pemeriksaan rutin, dan edukasi masyarakat menjadi sejumlah langkah yang dapat mendukung pencegahan kebakaran di ibu kota.
Alexander Jason – Redaksi

