Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai menunjukkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat melalui peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat akumulasi kasus ISPA di seluruh kabupaten dan kota telah mencapai 9.499 kasus.
Lonjakan tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat paparan asap pekat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman langsung bagi kesehatan publik.
Dampak paling parah dirasakan masyarakat yang tinggal di sekitar titik panas atau hotspot karhutla. Partikel polutan dan asap tebal meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, dan lansia.
Fasilitas kesehatan di sejumlah daerah melaporkan peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan sesak napas, batuk, serta iritasi saluran pernapasan. Situasi tersebut menunjukkan bahwa memburuknya kualitas udara telah mulai memberikan tekanan nyata terhadap layanan kesehatan.
Untuk merespons kondisi tersebut, Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah memperketat langkah penanganan darurat dengan membagikan ratusan ribu masker medis dan respirator kepada masyarakat. Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan diimbau segera mendatangi posko kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Upaya perlindungan masyarakat menjadi semakin penting selama paparan asap masih berlangsung.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga meningkatkan koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk mempercepat pemadaman titik api. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat serta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurangi ancaman kebakaran dan asap.
Pemadaman secara masif dinilai mendesak agar kabut asap tidak semakin meluas dan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Tanpa pengendalian sumber asap yang cepat, jumlah kasus ISPA berpotensi terus meningkat dan berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar.
Alexander Jason – Redaksi

