Pemerintah meminta pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana. Percepatan tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di pengungsian maupun tenda darurat segera terpenuhi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan arahan tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pemda terdampak bencana di NTT, Selasa (8/9/2026). Rakor digelar secara virtual dari Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Rakor tersebut diikuti Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para bupati dan jajaran Pemda dari delapan kabupaten di Pulau Flores. Tujuh kabupaten merupakan daerah terdampak gempa bumi, sementara satu kabupaten lainnya terdampak erupsi Gunung Lewotobi.
Dalam rakor, Tito meminta daerah yang realisasi bantuan bencananya masih rendah agar segera mempercepat penyaluran. Ia menyebut realisasi bantuan di sejumlah daerah baru berada pada kisaran 25 hingga 43 persen.
Tito menegaskan bantuan tersebut harus segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun tenda darurat. Kebutuhan itu mencakup makanan, pakaian, serta kebutuhan khusus bagi perempuan dan anak-anak.
“Untuk gubernur, saya memberikan apresiasi karena dapat anggaran bantuan dari Pak Presiden, untuk Belanja Tidak Terduga Rp40 miliar, sudah bisa dieksekusi, realisasikan untuk membantu masyarakat dengan cepat,” kata Tito dalam rakor tersebut.
Selain penyaluran bantuan, pemerintah juga membahas penanganan hunian bagi warga terdampak. Pemda diminta mempercepat pendataan dan verifikasi kerusakan, terutama terhadap rumah warga, sebagai dasar menentukan bentuk bantuan serta pembangunan kembali hunian.
Sebelumnya, pemerintah pusat juga telah mendorong percepatan penanganan dampak gempa Flores. BNPB mencatat hingga 7 September 2026 sebanyak 51.591 rumah telah menjalani proses verifikasi dan validasi dari total 102.384 rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya menekankan pentingnya pemerataan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Data Pemprov NTT per 30 Agustus mencatat 172.050 warga masih mengungsi akibat gempa Flores.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

