Jumlah orang yang dilaporkan hilang akibat bencana banjir di Nepal melonjak menjadi 4.247 orang per Senin (31/8), pada hari keenam operasi pencarian dan penyelamatan, sementara sedikitnya 903 orang telah meninggal dunia. Pihak berwenang kini mengintensifkan pencarian, termasuk berupaya menembus lereng perbukitan untuk menemukan ratusan pekerja pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang diduga terjebak di dalam terowongan.
Dilansir dari BBC, badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan peningkatan tajam jumlah orang hilang ketika operasi pencarian memasuki hari keenam. Sebanyak 933 pekerja PLTA termasuk di antara mereka yang masih dalam pencarian. Para pekerja tersebut diduga terjebak di dalam terowongan yang terhubung dengan 13 proyek PLTA di berbagai wilayah Nepal.
Pihak berwenang kini berupaya menggunakan peledakan untuk menembus bagian lereng perbukitan demi membuka akses menuju terowongan dan mencari para pekerja yang kemungkinan masih terjebak di dalamnya.
Ketidakpastian mengenai kondisi para korban membuat keluarga terus menunggu kabar. BBC berbicara dengan Priya Kharel yang hingga kini kesulitan memperoleh informasi mengenai keberadaan saudara laki-lakinya, tetapi masih berharap keluarganya itu berada di salah satu terowongan.
Upaya penyelamatan juga menghadapi ancaman cuaca buruk. Hujan lebih lanjut diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan, dengan peringatan cuaca tingkat kuning diberlakukan di wilayah utara Nepal.
Hujan deras yang terus melanda kawasan terdampak telah menyulitkan operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung sejak bencana terjadi.
Di sisi Tibet pada perbatasan dengan Nepal, tim darurat juga masih melakukan pencarian terhadap korban. Sementara itu, otoritas China telah memberikan hukuman kepada 10 orang yang dituduh menyebarkan informasi keliru mengenai banjir melalui internet.
China juga membantah tuduhan bahwa pihaknya menyensor rekaman yang memperlihatkan dampak longsor di Tibet. Beijing menyatakan informasi mengenai bencana disampaikan secara terbuka, transparan, dan tepat waktu.
Pemerintah Nepal secara terpisah turut memerintahkan penghapusan sejumlah konten daring terkait banjir.
Di tengah besarnya skala bencana, sejumlah fasilitas militer telah dialihfungsikan menjadi pusat operasi pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan. Personel militer juga dikerahkan untuk mendukung penanganan korban.
Intensitas operasi bantuan yang masih berlangsung hampir sepekan setelah bencana menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Nepal, terutama dengan ribuan orang masih dinyatakan hilang dan kondisi cuaca terus menghambat proses pencarian.
Akbari Danico – Redaksi

