Pablo García resmi meninggalkan Real Betis untuk bergabung dengan Racing Santander pada hari terakhir bursa transfer musim panas, Rabu (2/9), setelah hampir 15 tahun berada di klub.
Menurut laporan The Athletic, kepergian pemain berusia 20 tahun tersebut diwarnai momen emosional ketika García dan kedua orang tuanya meninggalkan fasilitas Betis sambil menangis.
Perpisahan tersebut terasa berat karena García telah menjadi bagian dari Betis sejak masih berusia enam tahun. Ia tumbuh melalui sistem akademi klub hingga akhirnya mendapatkan kesempatan menapaki level senior.
Sebelum meninggalkan fasilitas klub, García sempat berbicara kepada media dalam kondisi terisak. Ia menyampaikan terima kasih kepada Betis dan orang-orang yang telah menjadi bagian dari perjalanannya selama berada di klub.
García juga mendoakan kesuksesan Betis, termasuk dalam perjalanan mereka di Liga Champions musim ini. Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya bersama klub asal Sevilla tersebut, sang pemain kini harus memulai babak baru bersama Racing Santander.
Emosi serupa juga dirasakan keluarga García. Ayah sang pemain mengonfirmasi bahwa kepergian putranya dari Betis merupakan momen yang sangat berat bagi keluarga setelah hubungan panjang mereka dengan klub.
Kepergian García sebelumnya sempat memunculkan perbedaan laporan mengenai alasan di balik transfer tersebut. Sejumlah laporan awal menyebut pemain muda itu “dipaksa hengkang” agar Betis mendapatkan ruang dalam struktur gaji untuk Dani Ceballos.
Namun, Presiden Real Betis Ángel Haro kemudian membantah versi tersebut. Haro menjelaskan bahwa García sendiri yang meminta meninggalkan klub karena ingin mendapatkan kesempatan dan menit bermain yang lebih banyak.
Dengan kepindahannya ke Racing Santander, García kini mengakhiri perjalanan yang telah berlangsung sejak masa kanak-kanak bersama Betis. Hampir 15 tahun setelah pertama kali memasuki akademi klub pada usia enam tahun, Pablo García meninggalkan klub yang membesarkannya untuk mencari kesempatan bermain lebih besar dalam babak baru kariernya.
Akbari Danico – Redaksi

