Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman meminta pengembangan industri bioetanol melibatkan masyarakat. Ia menyebut sedikitnya 30 persen ekosistem pengembangan bioetanol harus memberi ruang bagi rakyat untuk ikut tumbuh bersama pelaku usaha.
Amran mengatakan keterlibatan masyarakat dapat dilakukan melalui penyediaan bahan baku maupun pengembangan usaha di kawasan produksi. Menurut dia, pengembangan industri bioetanol tidak boleh hanya berpusat pada korporasi besar.
Amran menegaskan pengembangan industri bioetanol tidak boleh hanya berpusat pada korporasi besar. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar pertumbuhan industri dapat berjalan bersama dengan ekonomi rakyat.
Selain masyarakat, pemerintah juga mendorong pengusaha daerah untuk ikut terlibat dalam proyek bioetanol. Pengusaha dapat mengusulkan keterlibatan sesuai dengan kapasitas dan potensi wilayah masing-masing.
Amran mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan pembangunan sehingga investasi tidak hanya terkonsentrasi di perusahaan besar dan pusat.
Pengembangan bioetanol juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan industri pengolahan.
Amran menyebut pengembangan industri ini berpotensi menciptakan sedikitnya 8 juta tenaga kerja permanen, baik di sektor pertanian maupun industri pengolahan.
Selain membuka peluang ekonomi, pengembangan bioetanol diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Bahan baku yang dihasilkan petani nantinya dapat diolah menjadi produk energi.
Pemerintah menargetkan pengembangan bioetanol dilakukan secara bertahap menuju implementasi E20 pada 2029. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus memperluas manfaat ekonomi sektor pertanian.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

