Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu membantu pengangkutan air bersih milik warga dari fasilitas Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) PAM Jaya di Pulau Pramuka menuju Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, mengatakan penyediaan armada angkut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga Pulau Panggang yang membeli air bersih di BWRO Pulau Pramuka tetapi menghadapi kendala transportasi untuk membawanya pulang.
Menurut Fadjar, fasilitasi pengangkutan diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus meringankan beban warga. Untuk memastikan pengangkutan berjalan optimal, Pemkab Kepulauan Seribu mengerahkan sejumlah kapal gabungan dari berbagai unsur pemerintah. Armada tersebut mencakup kapal milik kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta kapal dinas Bupati Kepulauan Seribu.
Pemerintah daerah juga meminta warga segera melaporkan apabila terdapat kendala dalam pasokan atau distribusi kebutuhan pokok dan air bersih. Personel dan armada pemerintah akan dikerahkan untuk membantu masyarakat apabila diperlukan di lapangan.
Warga RT 03/01, Kelurahan Pulau Panggang, Evi, mengapresiasi bantuan transportasi tersebut karena sebelumnya warga kesulitan membawa air bersih dari Pulau Pramuka. Harga air galon di BWRO Pulau Pramuka disebut relatif terjangkau, yakni sekitar Rp4.000 per galon, tetapi warga tanpa armada pribadi harus membayar biaya tambahan untuk menyewa kapal atau menggunakan jasa ojek.
Menurut Evi, keberadaan kapal angkut pemerintah membuat proses memperoleh air bersih menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi pengeluaran warga. Bantuan tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang bergantung pada pasokan air dari pulau lain.
Warga lainnya, Bargo, menilai sinergi lintas sektor dalam mendukung distribusi air bersih turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pulau Panggang. Ia berharap fasilitas pengolahan air lokal di pulau tersebut dapat terus ditingkatkan agar kebutuhan air harian warga semakin terpenuhi.
Bargo secara khusus mendorong optimalisasi fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), yaitu teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar, di Pulau Panggang. Dengan peningkatan fasilitas lokal dan dukungan distribusi, pemenuhan kebutuhan air bersih warga diharapkan dapat menjadi lebih mudah dan berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

