Polres Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyalurkan 6.000 liter atau enam ton air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Air tersebut didistribusikan menggunakan kendaraan Water Cannon atau Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta Polres Kubu Raya.
Sekitar 150 warga Kecamatan Sungai Ambawang dan wilayah sekitarnya menerima manfaat dari bantuan tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan sumber air setelah periode kemarau panjang.
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Andri Syahroni, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, mengatakan kepolisian harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar. Menurutnya, keterbatasan air berdampak langsung pada kegiatan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Ketika sebagian personel masih dikerahkan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), personel lainnya ditugaskan membantu warga memperoleh air bersih. Polres Kubu Raya menilai kehadiran kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga memberikan respons nyata terhadap kesulitan sosial masyarakat.
Air yang disalurkan berasal dari fasilitas pengolahan dan sumber penampungan air bersih PT Alas Kusuma sebelum diangkut menuju lokasi distribusi. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran Polres Kubu Raya dan sejumlah personel Polsek Sungai Ambawang.
Ade mengatakan penyaluran air merupakan bagian dari pelayanan kepolisian untuk membaca kebutuhan masyarakat dan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang tersedia. Ia juga memastikan kegiatan dapat dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan dan kondisi lapangan memungkinkan.
Polres Kubu Raya menegaskan bahwa distribusi air bersih bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk pelayanan langsung untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan. Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia, mengarahkan jajarannya agar terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi.
Bantuan enam ton air tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dasar seperti air bersih dapat menjadi bagian dari respons kepolisian ketika masyarakat berada dalam kondisi sulit. Distribusi selanjutnya akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi dan kebutuhan warga di wilayah yang terdampak.
Alexander Jason – Redaksi

