Sebanyak 150 personel Polri dinyatakan siap menjalankan misi perdamaian internasional sebagai Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 8 Minusca di Republik Afrika Tengah.
Kesiapan tersebut ditandai dengan prosesi pembaretan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (11/9/2026). Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan pembaretan menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui personel sebelum menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dari 150 personel tersebut, sebanyak 124 merupakan polisi laki-laki dan 26 polisi perempuan. Mereka sebelumnya mengikuti latihan prapenugasan pada 6–11 September 2026 di wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul.
Sebelum menjalani prosesi pembaretan, seluruh personel mengikuti latihan prapenugasan pada 6 hingga 11 September 2026 di wilayah Bantul dan Gunungkidul. Latihan tersebut dirancang untuk mempertahankan keterampilan, stamina, disiplin, dan kekompakan personel sebelum menghadapi lingkungan penugasan internasional.
Pemilihan lokasi latihan juga mempertimbangkan karakteristik medan yang dinilai dapat memberikan gambaran mengenai kondisi di wilayah misi. Kontur wilayah dan medan berpasir diharapkan membantu personel beradaptasi dengan tantangan fisik yang mungkin dihadapi selama bertugas.
Para personel dijadwalkan menjalankan misi selama sekitar 12 hingga 14 bulan di bawah mandat PBB di Republik Afrika Tengah. Mereka akan ditempatkan di Bangui, yang menjadi salah satu wilayah tugas dalam misi perdamaian tersebut. Durasi penugasan yang cukup panjang menuntut kesiapan fisik dan mental sekaligus kemampuan menjaga disiplin serta kerja sama selama menjalankan tugas. Latihan prapenugasan karena itu menjadi bagian penting untuk memastikan personel mampu menghadapi berbagai kondisi selama berada di wilayah misi.
Keberangkatan Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas FPU 8 Minusca tidak hanya membawa mandat untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di Republik Afrika Tengah. Para personel juga membawa nama baik Polri serta Indonesia dalam menjalankan tugas kemanusiaan di bawah kerangka misi internasional.
Keterlibatan tersebut menunjukkan kontribusi Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian global melalui pengerahan personel kepolisian. Dengan persiapan yang telah dijalani, 150 personel diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan kepada mereka.
Alexander Jason – Redaksi

