Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk hibah dari Italia untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai bencana alam di Indonesia.
Kapal yang sebelumnya bernama ITS Giuseppe Garibaldi tersebut akan masuk jajaran TNI Angkatan Laut dan direncanakan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada. Kapal itu telah berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba sekitar pertengahan September 2026. Kementerian Pertahanan sebelumnya menyebut rencana kedatangannya pada 20 September 2026.
Prabowo mengatakan kapal tersebut nantinya akan dimodifikasi menjadi kapal induk helikopter sekaligus mendukung pengoperasian drone. Hal itu disampaikan saat memimpin Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).
“Alhamdulillah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran TNI Angkatan Laut, itu kita akan rubah menjadi kapal induk helikopter. Untuk drone,” kata Prabowo, di Istana Merdeka, Senin
Menurut Prabowo, kapal tersebut memiliki kemampuan menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter yang dimaksud memiliki kapasitas angkut air beberapa ton dalam sekali operasi, sehingga dapat dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
“Dan itu kemampuannya untuk bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, saya kira sejeni Black Hawk, Mi-17. Rata-rata bisa angkut 4-5 ton air,” ujarnya.
Kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi kebakaran dalam skala besar. Dengan menempatkan sejumlah helikopter sekaligus di atas kapal, armada udara dapat bergerak mendekati lokasi kebakaran dan melakukan operasi pemadaman secara lebih cepat.
“Jadi kalau punya 10 heli segera merapat ke titik api terbanyak, ini akan sangat membantu respon kita,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan penguatan sarana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, kemampuan penanganan harus disiapkan sebelum bencana terjadi, bukan setelah kondisi memburuk.
Kapal induk helikopter nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sarana mobilisasi cepat ketika Indonesia menghadapi bencana lain yang membutuhkan dukungan udara dan logistik.
Selain kapal induk dan helikopter, pemerintah juga menyiapkan pesawat untuk mendukung operasi modifikasi cuaca. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mengkaji bahan atau zat yang dinilai paling efektif untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.
Pemerintah juga akan mengembangkan drone berukuran besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air. Prabowo mengatakan drone tersebut dapat ditempatkan di wilayah terdepan sehingga mampu memberikan respons awal ketika terjadi kebakaran atau keadaan darurat.
“Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone yang bisa melempar air, ada drone besar sampai bisa angkut dan lempar air. Kalau ada di tempat terdepan lebih baik,” ujar Prabowo.
Dengan kombinasi kapal induk helikopter, pesawat modifikasi cuaca, dan drone pemadam, pemerintah ingin membangun pola respons bencana yang tidak hanya mengandalkan pengerahan personel setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan kemampuan pemadaman dan penanganan sedekat mungkin dengan titik bencana.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

