Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Provinsi DKI Jakarta 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (3/9). Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk membaca, berkarya, sekaligus berani menyampaikan gagasan tentang Jakarta yang mereka kenal dan impikan.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengapresiasi kreativitas dan keberanian anak-anak yang mengikuti HANJABA 2026. Menurutnya, kemampuan anak dalam membaca, berkarya, dan menyampaikan gagasan menjadi modal penting bagi masa depan Jakarta.
“Kalau melihat performa atau tampilan dari anak-anak kita, terus terang saya merasa bahwa Jakarta masa depannya itu colorful, penuh warna. Sehingga kita semua penuh dengan optimisme,” ujarnya.
HANJABA 2026 digelar dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta dengan mengusung tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”. Tema tersebut mengajak anak-anak melihat Jakarta berdasarkan pengalaman mereka sekaligus menuangkan harapan mengenai kota yang mereka impikan.
Pramono menandaskan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pendidikan, kata dia, merupakan salah satu kunci untuk membuka kesempatan dan memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga.
“Saya meyakini untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, sekolah itu nomor satu,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta terus memperluas dukungan agar anak-anak dapat mengakses pendidikan. Saat ini, Kartu Jakarta Pintar (KJP) diberikan kepada sekitar 707.477 siswa, sedangkan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) telah menjangkau sekitar 15.800 mahasiswa.
Tidak hanya itu, mulai tahun depan, Pemprov DKI Jakarta akan mengembangkan program LPDP Jakarta untuk membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik di luar negeri.
Selain itu, Pemprov DKI menyiapkan program Beasiswa LPDP Jakarta yang direncanakan mulai bergulir pada 2027. Pada tahap awal, program tersebut ditargetkan memberikan kesempatan kepada sekitar 50 hingga 75 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri melalui kerja sama dengan LPDP.
Pramono juga menegaskan persoalan ekonomi tidak boleh menghalangi anak mendapatkan hak pendidikan secara utuh. Salah satunya dengan memberikan perhatian kepada lulusan yang belum mengambil ijazah karena terkendala biaya.
“Karena nggak mungkin sudah lulus nggak bisa mengambil ijazahnya kalau kemudian bukan karena persoalan ekonomi,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pramono mengatakan, HANJABA adalah contoh sederhana bagaimana ruang kreativitas dapat menumbuhkan keberanian anak untuk tampil dan menyampaikan gagasan.
“Saya melihat acara yang seperti ini sangat baik untuk merangsang, merespons, mendorong anak-anak kita untuk bisa dan berani tampil,” ungkapnya.
Ia optimistis potensi yang ditunjukkan anak-anak dalam HANJABA menjadi gambaran kekuatan sumber daya manusia Jakarta di masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan HANJABA dirancang untuk menumbuhkan budaya membaca sekaligus memberi ruang kepada anak-anak untuk berpikir, berimajinasi, dan berkarya.
Antusiasme peserta tahun ini meningkat. Sebanyak 1.640 anak mendaftarkan diri sejak registrasi dibuka pada 28 Juli 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang penyelenggaraan HANJABA.
Setelah melalui seleksi administrasi, seleksi karya, dan kompetisi langsung, sebanyak 488 peserta terpilih mengikuti babak kompetisi pada 20, 21, dan 24 Agustus 2026.
Lomba disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Peserta SD/MI mengikuti lomba menggambar, bertutur, dan membaca puisi. Peserta SMP/MTs mengikuti lomba membuat komik strip dan pantun. Adapun peserta SMA/SMK/MA mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dan fotografi. Lomba menulis terbuka bagi peserta didik dari jenjang SD hingga SMA.
“Beragam cabang lomba tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan literasi dengan caranya masing-masing,” ungkap Nasruddin.
Menurutnya, karya para peserta memperlihatkan cara generasi muda memandang Jakarta melalui pengalaman, ingatan, dan harapan mereka.
“Ke-488 peserta yang telah sampai pada tahap kompetisi langsung ini adalah anak-anak terbaik di Jakarta yang telah berani mencoba, berkarya, dan menyampaikan gagasan,” tuturnya.
Salah satu peserta, Naurah Najla Olivia dari SMP Negeri 73 Jakarta, meraih Juara 1 Lomba Membuat Pantun tingkat SMP/MTs. Ia mengatakan persiapan dilakukan sejak beberapa pekan sebelum lomba dengan memperbanyak membaca dan mempelajari kosakata baru.
“Banyak berlatih, banyak baca buku juga, banyak literasi, kita jadi bisa merangkai kata demi kata dan pantun itu akan jadi mudah kalau kita banyak membaca,” ucap Naurah penuh semangat.
Daftar Juara 1 HANJABA Provinsi DKI Jakarta 2026:
Lomba Menggambar SD/MI: Althaf Haziq Santosa, SDN Grogol Selatan 13.
Lomba Membaca Puisi SD/MI: Alfataro Serhan Khairrazaky, SDIT Nurul Iman.
Lomba Bertutur SD/MI: Claudia Bianca Zooey, SDS Hati Kudus.
Lomba Membuat Komik Strip SMP/MTs: Vania Kara Safindra, SMP Negeri 229.
Lomba Membuat Pantun SMP/MTs: Naurah Najla Olivia, SMP Negeri 73.
Lomba Pidato Bahasa Inggris SMA/SMK/MA: Thirza Namika, SMA Negeri 15.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

