Prancis mendukung upaya Pakistan menjadi mediator dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan kedua negara. Dukungan tersebut disampaikan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot saat bertemu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Senin (21/9/2026).
Dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Prancis menyatakan bahwa Paris mengapresiasi upaya Pakistan yang terus menyampaikan pesan antara Teheran dan Washington sebagai bagian dari proses diplomatik.
Dalam pertemuan tersebut, Barrot menekankan pentingnya perundingan yang melibatkan sebanyak mungkin pihak terkait. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis, pendekatan itu diperlukan untuk membantu mengamankan pasokan energi dan mencari penyelesaian jangka panjang atas persoalan yang dinilai Paris berkaitan dengan program nuklir, rudal balistik, serta aktivitas regional Iran.
Pertemuan Barrot dan Dar berlangsung ketika Pakistan masih menjalankan peran sebagai penghubung komunikasi antara Iran dan AS. Namun, pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis tidak merinci pesan yang telah disampaikan Pakistan maupun hasil konkret dari upaya mediasi tersebut.
Dorongan Prancis untuk memperluas cakupan perundingan menunjukkan bahwa Paris tidak hanya menyoroti komunikasi antara Teheran dan Washington. Pemerintah Prancis juga menginginkan pembahasan yang mencakup keamanan pasokan energi serta persoalan nuklir, rudal balistik, dan keamanan regional.
Meski demikian, pernyataan kementerian tersebut belum menjelaskan bentuk keterlibatan Prancis dalam proses mediasi maupun pihak-pihak lain yang diharapkan mengikuti perundingan. Belum diketahui pula apakah usulan mengenai perundingan yang lebih inklusif telah dibahas secara langsung dengan Iran dan AS.
Prancis juga belum mengumumkan kesepakatan baru atau jadwal perundingan langsung antara Iran dan AS. Dukungan Paris terhadap mediasi Pakistan sejauh ini disertai dorongan agar pembicaraan mencakup keamanan pasokan energi serta isu-isu keamanan kawasan yang menjadi perhatian Prancis.
Akbari Danico – Redaksi

