Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bertemu di Gedung Putih, Washington, pada 24 September 2026 dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Xi ke AS.
Pertemuan tersebut membahas perdagangan, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), keamanan, Taiwan, serta sejumlah persoalan geopolitik lainnya. Dari sisi perdagangan, kedua negara menyepakati perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama dua bulan hingga 10 Januari 2027, memberikan tambahan waktu untuk melanjutkan pembahasan ekonomi.
Reuters melaporkan bahwa pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan besar pada sejumlah isu yang masih menjadi perselisihan antara Washington dan Beijing.
Xi menyampaikan bahwa hubungan ekonomi yang stabil membutuhkan perluasan bidang kerja sama sekaligus pengurangan persoalan yang diperdebatkan. China melalui kantor berita Xinhua menggambarkan perkembangan tersebut sebagai hal positif bagi industri, masyarakat kedua negara, dan perekonomian global, meski rincian kesepakatan baru yang lebih luas belum dipublikasikan.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya mengatakan perpanjangan tersebut memberi Washington dan Beijing waktu tambahan untuk membahas persoalan perdagangan yang belum terselesaikan. Dengan demikian, hasil konkret pertemuan lebih terlihat pada keberlanjutan gencatan senjata perdagangan daripada tercapainya kesepakatan komprehensif baru.
Selain perdagangan dan teknologi, Xi dan Trump bertukar pandangan mengenai sejumlah isu keamanan internasional yang berdampak pada hubungan kedua negara. Taiwan menjadi salah satu topik utama, dengan Xi menyampaikan harapan agar AS menentang kemerdekaan Taiwan dan menangani persoalan tersebut secara hati-hati. Pembicaraan juga mencakup situasi di Semenanjung Korea serta konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina.
Beragam agenda tersebut menunjukkan bahwa hubungan Washington-Beijing tidak hanya ditentukan oleh kepentingan ekonomi, tetapi juga oleh persoalan strategis yang memiliki dampak lebih luas terhadap keamanan internasional.
Pertemuan di Washington berlangsung ketika kedua negara berupaya menjaga stabilitas hubungan sekaligus mempertahankan kepentingan masing-masing dalam isu perdagangan, teknologi, dan keamanan. Perpanjangan gencatan senjata memberikan ruang bagi kedua pemerintahan untuk melanjutkan negosiasi sebelum batas waktu baru pada Januari 2027.
Namun, isu Taiwan, AI, serta berbagai persoalan geopolitik tetap menjadi bagian dari agenda yang belum sepenuhnya terselesaikan. Karena itu, pertemuan Xi dan Trump menjadi kelanjutan dari upaya mengelola persaingan AS-China melalui dialog, dengan hasil jangka panjang masih bergantung pada pembahasan lanjutan kedua negara.
Alexander Jason – Redaksi

