Metropolitan

Rano Karno Groundbreaking Dua SD di Kebayoran Lama, Rampung 2027

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pemulihan sarana pendidikan dengan membangun kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 dan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11. Pembangunan kedua sekolah ditandai dengan groundbreaking oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, Selasa (29/9).

Kedua sekolah akan berada dalam satu bangunan empat lantai dengan kapasitas 24 ruang kelas dan sejumlah ruang penunjang. Gedung tersebut dirancang ramah disabilitas untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, antara lain melalui penyediaan toilet khusus disabilitas dan lift untuk memudahkan mobilitas peserta didik dengan keterbatasan fisik.

Pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar satu tahun dan rampung pada Agustus 2027. Proyek ini dilaksanakan PT Wisma Nusantara International sebagai bagian dari pemenuhan kontribusi kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dengan total nilai pembangunan lebih dari Rp50 miliar.

“Pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup parah, sekaligus memastikan anak-anak Jakarta mendapat tempat belajar yang aman dan layak,” ujar Wagub Rano.

Ia mengapresiasi dukungan dunia usaha dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, DPRD, dan perangkat daerah diperlukan untuk mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan yang berkualitas.

Wagub Rano juga meminta pelaksana memperhatikan kondisi lokasi pembangunan yang memiliki akses relatif terbatas. Mobilisasi material, termasuk saat pemasangan tiang pancang, perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketepatan waktu.

“Saya memberikan satu catatan. Kalau kita melihat teritori ini, mungkin punya tingkat kesulitan yang cukup tinggi. Saya membayangkan pada waktu loading barang, tentu ketepatan waktu harus menjadi pegangan. Tetapi juga harus hati-hati karena akses masuk cukup kecil,” tuturnya.

Wagub Rano mengatakan, kedua sekolah berada dalam satu kawasan dengan luas tanah sekitar 5.235 meter persegi. SDN Kebayoran Lama Selatan 09 memiliki sekitar 270 peserta didik, sedangkan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menampung 152 peserta didik.

Selama pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar direlokasi sementara. Peserta didik SDN Kebayoran Lama Selatan 09 belajar di SDN Pondok Pinang 05, sedangkan peserta didik SDN Kebayoran Lama Selatan 11 mengikuti pembelajaran di SDN Kebayoran Lama Utara 03.

Wagub Rano menegaskan, pembangunan sarana pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan gedung, tetapi juga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Karena itu, pembangunan fisik perlu berjalan seiring dengan perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak.

Ia menyebutkan, pada semester I 2026, rasio Gini Jakarta tercatat 0,435. Sementara itu, jumlah penduduk miskin turun menjadi sekitar 432,65 ribu orang atau 3,96 persen.

“Bagi saya dan Pak Gubernur, capaian tersebut bukan sekadar angka. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggalnya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tandas Wagub Rano.

Komitmen tersebut diperkuat melalui berbagai program pendidikan, antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, serta rencana peluncuran LPDP Jakarta untuk memperluas kesempatan anak-anak Jakarta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri.

Wagub Rano juga menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru saja melakukan kunjungan kerja ke New York dan menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan di kota tersebut.

“Bisa dibayangkan anak-anak Jakarta bisa kuliah di New York? Saya saja belum sampai ke New York. Tidak apa-apa, minimal doa sudah sampai duluan ke sana,” urainya.

Upaya memperkuat akses dan kualitas pendidikan turut mendukung capaian pembangunan manusia di Jakarta. Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta tercatat 85,05 dan menjadi yang tertinggi secara nasional.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...