Serangan drone Rusia menghantam wilayah dekat perbatasan Ukraina-Polandia pada Minggu (13/9/2026). Puing-puing drone memicu kebakaran di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan sejumlah truk yang berada di dekat perlintasan Yahodyn, Ukraina barat laut.
Dilansir dari Reuters, puing-puing akibat serangan memicu kebakaran pada bangunan SPBU dan sejumlah truk yang terparkir di dekatnya. Perlintasan perbatasan sempat ditutup sebelum kembali beroperasi normal sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman yang semakin mendekati wilayah Uni Eropa dan NATO.
Perlintasan Yahodyn merupakan salah satu dari beberapa jalur perbatasan Ukraina-Polandia yang digunakan untuk mengirimkan bantuan militer dan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Ukraina.
Serangan lain juga terjadi di wilayah Volyn pada Minggu pagi. Perusahaan Kereta Api Ukraina menyatakan sebuah drone Rusia menghantam lokomotif kereta penumpang sekitar dua kilometer dari perbatasan Polandia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan Rusia sengaja membakar sebuah lokomotif dan merusak SPBU. Menurutnya, Rusia telah meluncurkan lebih dari 2.000 drone ke Ukraina dalam sepekan terakhir, termasuk sejumlah drone bertenaga jet yang lebih cepat dan lebih sulit dicegat dibandingkan model konvensional.
Di tengah meningkatnya perang udara kedua negara, Ukraina juga melancarkan serangan ke wilayah Rusia. Militer Ukraina menyatakan telah menyerang kilang minyak TANECO di Nizhnekamsk, Republik Tatarstan, dalam operasi gabungan Pasukan Operasi Khusus, Dinas Keamanan Ukraina, dan Direktorat Utama Intelijen.
Otoritas Tatarstan menyatakan dua warga sipil tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Ukraina di Nizhnekamsk.
Serangkaian serangan tersebut menunjukkan meningkatnya intensitas perang udara Rusia-Ukraina, dengan kedua pihak semakin menargetkan infrastruktur jauh dari garis depan.
Akbari Danico – Redaksi

