Pelatih Atlético Madrid Diego Simeone menanggapi kritik José Mourinho terhadap kepemimpinan wasit Miguel Ángel Ortiz Arias setelah timnya mengalahkan Real Madrid 2-1 dalam Derby Madrid di Stadion Metropolitano, Minggu (20/9/2026).
Dalam wawancara seusai pertandingan, Simeone menilai keputusan kontroversial merupakan bagian dari sepak bola, tetapi menegaskan bahwa rasa hormat kepada wasit harus tetap dijaga, termasuk ketika sebuah keputusan dinilai menguntungkan salah satu tim.
Pernyataan Simeone muncul setelah Mourinho memprotes dua insiden pada babak pertama. Pelatih Real Madrid itu menilai Cristian Romero seharusnya mendapat kartu merah karena menginjak Jude Bellingham, sementara Kang-in Lee juga layak diusir akibat pelanggarannya terhadap Federico Valverde.
Mourinho bahkan menunjukkan foto kedua insiden tersebut dalam konferensi pers. Ia berpendapat jalannya pertandingan bisa berbeda apabila Atlético harus bermain dengan sembilan pemain sebelum Real Madrid kehilangan Dean Huijsen akibat kartu merah pada awal babak kedua.
Menanggapi keluhan tersebut, Simeone mengatakan bahwa keputusan wasit tidak selalu menguntungkan tim yang sama. Ia juga merujuk pada penjelasan kepala bagian perwasitan yang, menurutnya, menyatakan bahwa pelanggaran Romero tidak memenuhi kriteria kartu merah.
“Itu adalah bagian dari dinamika pertandingan. Terkadang keputusan seperti itu menguntungkanmu, terkadang merugikanmu. Kepala bagian perwasitan sudah menjelaskan bahwa insiden Cuti bukanlah pelanggaran yang layak mendapat kartu merah,” ujar Simeone dalam wawancara seusai pertandingan.
Simeone memilih untuk tidak membahas setiap insiden secara terperinci. Meski mengakui Atlético mungkin diuntungkan oleh keputusan wasit dalam pertandingan tersebut, ia menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak seharusnya menghilangkan rasa hormat terhadap perangkat pertandingan.
“Saya tidak akan membahasnya secara terperinci. Yang saya pahami, dari posisi kami saat ini, adalah bahwa rasa hormat kepada wasit harus tetap kita jaga, terlepas dari kenyataan bahwa hari ini kami mungkin diuntungkan oleh keputusan wasit,” katanya.
Pelatih asal Argentina itu kemudian menyampaikan pesan yang secara khusus menyinggung Mourinho. Menurutnya, nama besar seorang pelatih tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan setiap tindakan atau pernyataan yang disampaikan ketika mempertanyakan keputusan wasit.
“Sebab kalau tidak, orang bisa merasa bebas melakukan atau mengatakan apa saja. Tidak semuanya bisa dibenarkan, sekalipun namamu Mourinho,” tegas Simeone.
Perbedaan pandangan kedua pelatih menambah sorotan terhadap Derby Madrid yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Atlético. Mourinho menilai sejumlah keputusan wasit merugikan Real Madrid, sedangkan Simeone menekankan pentingnya menerima dinamika pertandingan tanpa mengabaikan rasa hormat kepada perangkat pertandingan.
Akbari Danico – Redaksi

