Metropolitan

Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Latih Warga Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menggelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Pertanian di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu. Kegiatan yang berlangsung pada 23, 24, dan 29 September 2026 tersebut diikuti 105 peserta dari berbagai unsur, termasuk binaan Jakpreneur, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), penggiat urban farming, serta Kelompok Peduli Gizi (KPG).

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengatakan pelatihan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan komoditas pangan lokal. Program tersebut sekaligus mendorong warga melihat hasil pertanian sebagai bahan baku produk dengan nilai tambah, bukan hanya untuk dikonsumsi dalam bentuk segar.

Peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik membuat berbagai jenis kue dan produk olahan berbahan nanas, ubi ungu, serta jagung manis. Pelatihan dipandu oleh narasumber profesional, Francisca Patricia Kusumaratna, pemilik Warung Mami Sisca, yang memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai pengolahan pangan.

Ridho mengatakan kehadiran praktisi diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi peserta untuk mengembangkan produk pertanian lokal agar memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi. Pendekatan tersebut juga membuka peluang agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha rumah tangga maupun pengembangan produk baru.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan turut menyerahkan bantuan sarana pengolahan berupa oven listrik, loyang, dan timbangan digital kepada para peserta. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat praktik pengolahan pangan, baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun memulai atau mengembangkan usaha.

Dukungan peralatan menjadi salah satu bagian penting karena keterampilan produksi perlu ditunjang dengan sarana yang memadai agar dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pemerintah juga berharap peserta dapat menjadi penggerak sekaligus menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin, mendorong para ibu peserta untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk unggulan dari hasil pelatihan. Menurutnya, pengembangan usaha rumahan dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan produk pangan lokal.

Ia juga berharap pelatihan serupa dapat kembali digelar, terutama karena peserta telah memperoleh bantuan peralatan yang dapat menunjang proses produksi. Dengan keterampilan, pendampingan, dan sarana yang tersedia, program ini diarahkan untuk membantu keluarga mengembangkan kegiatan produktif sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Jakarta Selatan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...