Pemerintah Kota Jakarta Timur berhasil menekan timbulan sampah harian hingga rata-rata 1.371,43 ton per hari pada periode Mei hingga Juli 2026. Angka tersebut turun sekitar 865,57 ton per hari dibandingkan dengan jumlah tertinggi pada periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.400 ton.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menilai capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Upaya pengurangan sampah dinilai penting agar penanganannya tidak hanya bergantung pada pengangkutan dan pembuangan akhir.
Munjirin mengapresiasi jajaran kecamatan dan kelurahan yang terus mendorong pemilahan sampah di lingkungan masyarakat. Berdasarkan data Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, sebanyak 702.150 warga atau sekitar 175.537 kepala keluarga (KK) telah aktif memilah sampah dari rumah.
Jumlah tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat sistem pengurangan sampah di wilayah Jakarta Timur. Namun, pemerintah daerah menilai sosialisasi harus terus diperluas agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan bagi seluruh warga.
Pengurangan sampah juga dinilai tidak dapat hanya mengandalkan peran masyarakat di kawasan permukiman, tetapi harus melibatkan sektor usaha. Munjirin meminta Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur bersama kepala satuan pelaksana (kasatpel) di tingkat kecamatan meningkatkan sosialisasi kepada pelaku usaha, termasuk restoran yang belum optimal menerapkan pemilahan sampah.
Keterlibatan dunia usaha dianggap penting karena aktivitas komersial turut menghasilkan volume sampah yang signifikan. Pemerintah berharap perubahan perilaku dapat diterapkan secara lebih luas sehingga pemilahan sampah menjadi bagian dari pengelolaan usaha sehari-hari.
Selain sosialisasi, Munjirin mendorong pemerataan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap warga yang terbukti membuang sampah sembarangan. Langkah tersebut ditujukan untuk menciptakan efek jera sekaligus mendorong masyarakat mematuhi aturan kebersihan.
Pengawasan yang lebih konsisten diharapkan dapat mencegah perilaku membuang sampah sembarangan kembali terjadi. Dengan menggabungkan pemilahan dari sumber, keterlibatan pelaku usaha, edukasi, dan penegakan aturan, Jakarta Timur berupaya mempertahankan tren penurunan timbulan sampah secara berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

