National

Transformasi Layanan SKCK Diperkuat Lewat Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga

Pemerintah mulai memperkuat integrasi layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dengan ekosistem pelayanan publik lainnya. Upaya tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) dan penandatanganan Joint Commitment yang melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.

Kegiatan bertema “Transformasi Ekosistem Tata Kelola Layanan SKCK Terintegrasi dalam Mendukung Integrasi Pelayanan Publik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” digelar di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi para pemangku kepentingan untuk menyatukan perspektif dan merumuskan langkah bersama dalam menghadirkan layanan SKCK yang lebih terintegrasi, efektif, transparan, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah kementerian dan lembaga turut terlibat dalam pembahasan, di antaranya BPJS, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Keterlibatan berbagai instansi diharapkan dapat memperluas perspektif dalam pengembangan layanan, khususnya terkait integrasi data, digitalisasi pelayanan, ketenagakerjaan, jaminan sosial, hingga penguatan tata kelola pelayanan publik.

Dalam FGD, para peserta membahas strategi untuk membangun ekosistem layanan SKCK yang dapat terhubung dengan berbagai layanan publik nasional. Integrasi ini diharapkan mampu membuat proses pelayanan menjadi lebih sederhana sekaligus meningkatkan kecepatan, akurasi, keamanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Joint Commitment Jadi Langkah Lanjutan

Hasil pembahasan dalam FGD kemudian diperkuat melalui Penandatanganan Joint Commitment. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama para pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi layanan SKCK secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diharapkan menjadi pijakan agar transformasi layanan tidak berhenti pada gagasan, tetapi dilanjutkan melalui program dan langkah konkret yang dapat diukur.

Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang semakin terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital serta pengelolaan data yang baik juga diharapkan dapat mendukung layanan SKCK yang lebih modern, responsif, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Melalui FGD dan Joint Commitment ini, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi, integrasi, dan inovasi dalam mendorong transformasi pelayanan publik.

Penguatan ekosistem tata kelola layanan SKCK diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung agenda transformasi pemerintahan menuju Indonesia Emas 2045.

“Kolaborasi, Integrasi, dan Transformasi untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik.”

Dika W. Pramunegara – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...