Metropolitan

Warga Cipinang Melayu Dapatkan Akses Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Sebanyak 100 warga menjalani layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Kecamatan Makasar di Sekretariat RW 11, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan skrining Tuberkulosis (TBC), terutama bagi warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita.

Dokter pemeriksa Puskesmas Kecamatan Makasar, Aditya Kusuma Cahyaliarta, mengatakan layanan dilakukan dengan sistem jemput bola agar masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan. Mayoritas peserta merupakan lanjut usia, sementara sebagian lainnya diundang karena memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.

Dalam skrining TBC, petugas mengambil sampel dahak di lokasi untuk kemudian diperiksa menggunakan tes cepat molekuler (TCM) dan POC, sedangkan pemeriksaan CKG mencakup tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan gula darah. Aditya mengatakan skrining penting untuk menemukan kasus TBC sedini mungkin, termasuk pada warga yang belum mengalami gejala atau tidak menyadari adanya riwayat paparan di lingkungan sekitar.

Warga dengan gejala seperti batuk dan demam lebih dari dua minggu, sesak, nyeri dada, penurunan berat badan, atau berkurangnya nafsu makan dapat diusulkan menjalani pemeriksaan dahak. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan TBC, pasien akan mendapatkan pengobatan secara gratis melalui program pemerintah.

Penanggung Jawab Program TBC Kecamatan Makasar, dr. Kartika Destya, mengatakan sasaran utama skrining adalah warga yang diduga memiliki kontak serumah dengan pasien indeks. Di RW 11 Cipinang Melayu terdapat tiga pasien indeks yang seluruhnya diundang, sementara warga lain yang diduga memiliki kontak erat, termasuk tetangga dan saudara dekat, turut dilibatkan untuk memenuhi sasaran pemeriksaan.

Pemeriksaan anak dilakukan melalui Mantoux test, sedangkan orang dewasa menjalani pemeriksaan menggunakan TCM atau POC untuk skrining TBC. Menurut Kartika, penemuan kasus membutuhkan keterlibatan pengurus RT dan RW serta kesadaran warga untuk segera memeriksakan diri ketika mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak.

Hasil pemeriksaan akan disampaikan melalui WhatsApp atau dikonfirmasi langsung oleh petugas Puskesmas karena sampel yang dikumpulkan di lokasi masih harus diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Kartika menekankan bahwa pasien yang telah terdiagnosis TBC perlu menjalani pengobatan hingga tuntas untuk mencegah penularan kepada orang lain.

Salah seorang warga RT 07/RW 11, Vita Febrianti, mengikuti skrining karena memiliki saudara yang tinggal di sebelah rumah dan sedang menjalani pengobatan TBC, sekaligus karena dirinya mengalami batuk. Ia berharap layanan jemput bola seperti CKG dan skrining TBC dapat terus dilakukan agar masyarakat lebih mudah memperoleh pemeriksaan serta penanganan kesehatan sejak dini.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...