Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September 2026 atas undangan Presiden AS Donald Trump. Kunjungan tersebut menjadi lawatan kenegaraan Xi ke AS yang pertama sejak 2015.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan Xi dan Trump akan melakukan pembicaraan mengenai hubungan bilateral China-AS serta berbagai persoalan global, termasuk perdamaian dan pembangunan dunia.
“Presiden Xi akan bertukar pandangan dengan Presiden Trump dengan sejumlah isu utama yang menyangkut hubungan bilateral dan perdamaian dunia dan perkembangannya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun, dikutip Anadolu Agency, Senin (21/9).
Pertemuan Xi dan Trump dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis (24/9). Keduanya akan membahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian kedua negara, termasuk perdagangan, tarif, kecerdasan buatan (AI), Taiwan, serta perkembangan geopolitik dan perang di Iran.
Dalam kunjungan ini, Xi dijadwalkan bertemu Trump 24 September. Keduanya kemungkinan bakal memabahas masalah perdagangan, kecerdasan buatan, hingga keamanan global.
Di kesempatan tersebut, Guo juga mengatakan diplomasi kepala negara memainkan peran yang tak tergantikan dalam memberikan panduan strategis bagi hubungan China-AS.
“China akan bekerja sama dengan AS untuk memperkaya dimensi hubungan konstruktif China-AS yang berlandaskan stabilitas strategis, memperkuat dialog dan kerja sama, serta mengelola perbedaan dengan tepat dan lebih lanjut berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia,” ujar Guo.
Kunjungan itu juga berlangsung di pekan yang sama saat Sidang Majelis Umum PBB digelar di New York. Namun, dia dilaporkan tak hadir dalam pertemuan organisasi internasional itu.
Rencana kunjungan itu berlangsung usai Trump berkunjung ke China pada Mei lalu. Di Beijing, dia dan Xi membahas tarif dan dagang, isu Taiwan, hingga geopolitik.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

