National

25 Ribu Rumah Tangga di Jawa Barat Ditargetkan Dapat Sambungan Listrik Gratis

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat penyaluran bantuan pemasangan listrik gratis bagi rumah tangga di Jawa Barat. Pada 2026, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) ditargetkan menjangkau 25.000 rumah tangga untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan sendiri.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pelaksanaan program BPBL dan Program Listrik Desa (Lisdes) di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bahlil juga meninjau pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mengatasi pasokan listrik yang belum optimal di wilayah setempat.

Bahlil menjelaskan, persoalan akses listrik tidak hanya berkaitan dengan wilayah yang belum terjangkau jaringan, tetapi juga rumah tangga yang belum memiliki sambungan sendiri atau masih menghadapi keterbatasan daya listrik.

“Program yang kita lakukan adalah bagaimana meningkatkan arus masuknya listrik supaya kuat,” ujar Bahlil, dikutip dari keterangan Kementerian ESDM.

Pemerintah menjalankan dua program untuk menangani persoalan tersebut, yakni BPBL dan Lisdes. BPBL membantu rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri, sedangkan Lisdes berfokus pada pembangunan serta penguatan jaringan listrik di wilayah yang belum terlayani secara memadai.

Melalui BPBL, penerima bantuan memperoleh instalasi listrik rumah, pengujian dan Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan ke jaringan PLN dengan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp100.000.

Di Jawa Barat, program BPBL pada 2025 telah menjangkau 15.831 rumah tangga. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan bantuan tersebut menjangkau 25.000 rumah tangga.

Di Kabupaten Karawang sendiri, BPBL pada 2026 menargetkan 683 rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 299 rumah tangga telah menikmati aliran listrik, 360 rumah tangga telah terpasang instalasinya dan menunggu penyalaan, sedangkan 24 rumah tangga lainnya masih dalam tahap pemasangan instalasi.

Selain membantu rumah tangga memperoleh sambungan listrik, pemerintah juga memperkuat infrastruktur melalui program Lisdes. Di Desa Muara Baru, pembangunan jaringan dan gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dilakukan untuk meningkatkan kualitas pasokan listrik bagi warga.

Pemerintah menilai kedua program tersebut saling melengkapi dalam memperluas akses energi. Jaringan listrik yang lebih memadai diharapkan mendukung aktivitas rumah tangga, kegiatan belajar, serta peluang usaha masyarakat.

Kementerian ESDM juga meminta pemerintah daerah bersama PLN terus mengidentifikasi desa, dusun, dan rumah tangga yang belum memperoleh akses listrik secara memadai. Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik pada 2029–2030.

Percepatan BPBL dan Lisdes menjadi bagian dari upaya pemerataan akses energi, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik sendiri maupun wilayah yang membutuhkan penguatan infrastruktur kelistrikan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...