World

Aktivitas Futures Bitcoin Meningkat, Risiko Leverage Perlu Dicermati

Aktivitas perdagangan futures Bitcoin meningkat seiring menguatnya pergerakan di pasar derivatif aset kripto dan bertambahnya aliran dana institusional ke produk investasi berbasis Bitcoin.

Salah satu indikatornya terlihat dari kenaikan open interest Bitcoin. Dalam periode tujuh hari, open interest mencatat pertumbuhan tercepat sejak Juli 2025.

Pada saat yang sama, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus dana masuk bersih yang cukup besar. Berdasarkan data Farside Investors, sekitar US$2,06 miliar mengalir ke ETF Bitcoin spot AS selama 21-23 September 2026.

Rinciannya, arus dana bersih mencapai US$999 juta pada 21 September, US$714,7 juta pada 22 September, dan US$346,9 juta pada 23 September.

Peningkatan aktivitas tersebut terjadi ketika harga Bitcoin kembali berada di atas US$80.000. Coinbase Institutional mencatat arus masuk ETF Bitcoin spot AS pada 21 September hampir mencapai US$1 miliar, yang menjadi nilai harian terbesar sejak Oktober 2025.

Meningkatnya aktivitas di pasar derivatif membuat risiko perdagangan futures ikut menjadi perhatian. Berbeda dengan transaksi spot, futures menggunakan mekanisme margin yang memungkinkan trader memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga tanpa membeli Bitcoin secara langsung.

Instrumen tersebut dapat digunakan untuk posisi long maupun short. Futures juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan hedging dan arbitrase.

Namun, penggunaan leverage membuat perubahan harga dapat berdampak lebih besar terhadap posisi trader. Pergerakan harga yang berlawanan dengan posisi dapat mengurangi margin dan berujung pada likuidasi.

Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan pemahaman terhadap mekanisme perdagangan menjadi penting ketika aktivitas pasar meningkat. Trader perlu memperhatikan antara lain funding rate, persyaratan margin, ukuran posisi, serta penggunaan isolated margin dan cross margin.

Menurut Ryan, perkembangan pasar aset digital perlu berjalan beriringan dengan edukasi. Pemahaman terhadap margin, leverage, liquidation, funding, dan ukuran posisi diperlukan sebelum menggunakan instrumen futures.

Bittime sendiri menyediakan perdagangan futures melalui kontrak perpetual, selain perdagangan spot dan staking. Platform tersebut menyediakan posisi long dan short dengan pilihan cross maupun isolated margin serta leverage hingga 25 kali pada pasangan tertentu.

Sebelum mengakses fitur futures, pengguna juga melalui proses KYC, KYT, AML, dan assessment.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...