Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, membeberkan faktor penyebab pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan wilayah Batam, Kepulauan Riau. Bahlil menyebut gangguan pada gardu listrik salah satunya dipicu oleh faktor tak terduga, yakni kelelawar.
Bahlil menyampaikan penjelasan tersebut saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Ia menyebut gangguan pada gardu listrik yang melibatkan kelelawar sebagai salah satu faktor tak terduga dalam peristiwa tersebut.
Selain gangguan satwa, kondisi cuaca buruk dan sambaran petir pada jalur transmisi utama turut disebut sebagai faktor yang memengaruhi pasokan listrik. Gangguan teknis internal juga menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditangani.
Meski terdapat sejumlah faktor yang berkaitan dengan kondisi alam, Bahlil menegaskan PT PLN tetap harus melakukan pembenahan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
Menurutnya, perbaikan diperlukan agar gangguan serupa tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat dan pelayanan publik. Keandalan jaringan menjadi perhatian penting, terutama di wilayah yang memiliki peran strategis dalam kegiatan ekonomi.
Pemadaman listrik massal dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat dan operasional usaha. Karena itu, pemeliharaan jaringan, evaluasi gangguan, serta penguatan sistem kelistrikan diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan listrik di Batam.
Bahlil menekankan perlunya perbaikan menyeluruh terhadap keandalan sistem kelistrikan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan PLN sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pasokan listrik.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

