Badan Pangan Nasional (Bapanas) menambah alokasi penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga inflasi beras sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat di berbagai daerah.
Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan tambahan penugasan kepada Perum Bulog tersebut mencapai 74,18 ribu ton atau setara dengan 14,83 juta kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram.
“Guna menjaga inflasi beras, pemerintah melalui Bapanas mengeluarkan penugasan kepada Perum Bulog untuk menambah alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras sebanyak 74,18 ribu ton atau ekuivalen dengan 14,83 juta kemasan beras SPHP ukuran 5 kilogram,” kata Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Penambahan tersebut merupakan kelanjutan dari penugasan sebelumnya. Bulog telah menyelesaikan penyaluran SPHP sebanyak 828 ribu ton pada 23 September 2026.
Untuk tambahan alokasi 74,18 ribu ton, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp409 miliar. Bulog diberi batas waktu untuk menyelesaikan penyaluran hingga 20 November 2026.
Berdasarkan data Bapanas, inflasi beras secara tahunan pada September 2026 berada di level 3,73 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi beras pada September 2025 yang mencapai 4,06 persen, meski mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat sebanyak 4,48 juta ton per 30 September 2026. Sepanjang Januari hingga September 2026, total penyaluran CBP mencapai 2,73 juta ton untuk berbagai kebutuhan pemerintah.
Bapanas menyatakan tambahan penyaluran SPHP tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mengendalikan tekanan harga di tengah perubahan pasokan setelah periode panen raya berakhir.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

