Metropolitan

Blok M Bakal Punya Terminal Modern hingga Ruang Publik Lebih Luas

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan transformasi kawasan Blok M-Sisingamangaraja melalui pengembangan Blok M Fase Ultimate. Meski revitalisasi dilakukan bertahap, aktivitas tenant dan layanan transportasi publik di kawasan tersebut dipastikan tetap berjalan.

Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan transformasi tersebut mencakup lima aspek utama, yakni revitalisasi terminal menjadi lebih modern dan terintegrasi, pengembangan kawasan mixed-use, penguatan integrasi antarmoda dan akses pejalan kaki, pengembangan destinasi komersial, serta penyediaan ruang terbuka publik yang lebih aman dan nyaman.

Pengembangan tersebut ditujukan untuk menjadikan kawasan Blok M-Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni.

Menurut Tuhiyat, kawasan Blok M Hub saat ini dikunjungi sekitar 25.000 orang setiap hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menyiapkan desain kawasan yang dapat mengakomodasi aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Blok M.

Tahap awal transformasi akan difokuskan pada revitalisasi terminal dan area ritel Blok M Hub yang ditargetkan selesai pada 2029. Setelah itu, pembangunan gedung mixed-use akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

MRT Jakarta menyatakan investasi revitalisasi tidak bersumber dari APBD. Pengembangan kawasan akan menggunakan skema creative financing serta kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.

Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas kawasan juga akan tetap dijaga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan Blok M tidak boleh berhenti beroperasi karena kawasan tersebut menjadi ruang aktivitas ekonomi, kuliner, hiburan, perdagangan, dan kreativitas masyarakat.

Tuhiyat mengatakan seluruh tenant akan menjalani proses transisi sebelum pembangunan dimulai sehingga kegiatan usaha tetap dapat berlangsung. Layanan TransJakarta di kawasan Blok M juga dipastikan tetap beroperasi selama pembangunan.

Selain fungsi transportasi dan komersial, transformasi Blok M juga diarahkan untuk memperkuat ruang publik. Pemprov DKI menyebut ruang yang dapat dimanfaatkan dalam konsep Fase Ultimate ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat, sementara ruang publik ditargetkan bertambah sekitar lima kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengembangan tersebut tetap mempertahankan karakter Blok M sebagai kawasan yang hidup dan menjadi ruang berkumpul masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Pramono, karakter budaya, ekonomi, komersial, dan kehidupan urban yang selama ini menjadi kekuatan Blok M harus tetap dipertahankan meski kawasan tersebut mengalami revitalisasi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...