National

BNPB Tetapkan Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di tujuh provinsi di Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan perkiraan BNPB, sejumlah provinsi yang masuk status siaga berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, status waspada berlaku untuk potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.

Menghadapi potensi tersebut, BNPB meminta masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan sesuai ancaman bencana di wilayah masing-masing.

Untuk mengantisipasi banjir, warga diimbau membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai dengan supervisi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Masyarakat juga perlu mengenali jalur evakuasi serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari.

Adapun untuk menghadapi angin kencang dan puting beliung, warga diminta memperkuat konstruksi atap rumah serta memangkas ranting pohon yang berpotensi tumbang. Masyarakat juga diimbau menjauhi papan reklame dan pohon saat mencari tempat berlindung.

Di kawasan rawan longsor, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat berlangsung dalam durasi panjang. Warga juga perlu mengenali tanda-tanda awal longsor, seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai bangunan.

BNPB turut meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan di kawasan rawan bencana serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana penanggulangan bencana untuk menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...