Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan laporan Kompas.com, demonstrasi dimulai sekitar pukul 15.20 WIB di area Monumen Patung Pahlawan atau Tugu Tani. Massa membentuk barisan setengah melingkar di sekitar taman sambil membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) turut hadir dalam aksi tersebut. Salah satu isu yang disoroti massa adalah keterlibatan militer dalam sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta program dan proyek strategis lainnya.
Selain itu, massa menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan. Salah satu poster yang dibentangkan bertuliskan harapan agar hutan tetap terjaga dan masyarakat dapat hidup dengan lebih baik.
Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda, mengajak peserta aksi mengangkat tiga jari sebagai simbol kemarahan, kekecewaan, dan perlawanan terhadap pemerintah. Seruan tersebut disampaikan saat ia berorasi menggunakan pengeras suara.
Dalam demonstrasi itu, Komite Sadar membawa lima tuntutan utama. Massa meminta pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional, memulihkan kesehatan warga, dan menindak korporasi yang dinilai bertanggung jawab atas krisis lingkungan.
Tuntutan lainnya mencakup perbaikan tata kelola ekonomi dan pemulihan kepercayaan pasar, penghentian pembatasan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, demonstrasi masih berlangsung. Keramaian di sekitar Tugu Tani turut menyebabkan arus lalu lintas tersendat di Jalan Kebon Sirih, Jalan Habib Ali Kwitang, dan Jalan Menteng Raya.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
