Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah atau PPKUKM DKI Jakarta menggelar Training of Trainers (ToT) penggunaan Dashboard Pendampingan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) pada Kamis, 1 Oktober. Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan, transparansi, dan pengawasan perkembangan KKMP di wilayah Jakarta.
Sebanyak 150 pendamping KKMP tingkat kecamatan dari berbagai wilayah kabupaten dan kota di DKI Jakarta mengikuti pelatihan tersebut. Para peserta juga mendapat pemaparan dari Kementerian Koperasi mengenai penggunaan SIMKOPDES serta fitur Point of Sale (POS) di dalam sistem tersebut.
Kepala Bidang Koperasi Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Olansons Girsang, mengatakan dashboard pendampingan dirancang untuk mempermudah proses pemantauan KKMP. Sistem tersebut memungkinkan kegiatan monitoring dan pendampingan dilakukan secara daring dan real time.
Sebelumnya, data KKMP tersebar di berbagai unit dan instansi, termasuk bidang di tingkat dinas, Suku Dinas, Satuan Pelaksana, pendamping, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan dashboard terintegrasi, data perkembangan KKMP diharapkan dapat dihimpun dalam satu basis data dan dipantau bersama oleh para pemangku kepentingan.
Pelatihan tidak hanya berisi pemaparan mengenai fungsi dashboard, tetapi juga mencakup praktik penggunaan sistem secara langsung. Peserta melakukan simulasi pengisian data melalui dashboard pendampingan KKMP yang dirancang untuk bekerja secara real time dan terintegrasi.
Mereka juga menjalankan role play sebagai pendamping dan pengelola KKMP untuk mempraktikkan proses pemantauan dan pendampingan. Kegiatan tersebut diharapkan membantu peserta memahami penggunaan sistem sebelum diterapkan dalam kegiatan pendampingan di lapangan.
Menurut Olansons, keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian materi menjadi bagian penting dari penerapan sistem baru tersebut. Pemahaman terhadap dashboard, simulasi, dan role play diperlukan agar para pendamping dapat menjalankan fungsi monitoring secara lebih terstruktur.
Integrasi data juga diharapkan memudahkan berbagai pemangku kepentingan memperoleh gambaran perkembangan KKMP dari sumber yang sama. Dengan sistem tersebut, Dinas PPKUKM DKI Jakarta menargetkan proses pendampingan dan pengawasan koperasi dapat berlangsung lebih transparan, terkoordinasi, dan mudah dipantau.
Alexander Jason – Redaksi

