National

Ekspor RI Tembus US$193,64 Miliar hingga Agustus 2026

Kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar. Nilai tersebut meningkat 4,74% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono mengatakan kenaikan ekspor turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia selama delapan bulan pertama 2026.

“Sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 total nilai ekspor mencapai 193,64 miliar dolar AS atau naik 4,74% dibandingkan dengan periode Januari sampai dengan Agustus tahun 2025,” kata Ateng di kantor pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Khusus Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$26,61 miliar. Angka tersebut tumbuh 6,72% dibandingkan Agustus 2025.

Ekspor nonmigas pada periode yang sama juga meningkat 7,23% menjadi US$25,62 miliar. Beberapa komoditas yang menopang surplus perdagangan nonmigas di antaranya lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus US$3,55 miliar. Namun, surplus tersebut masih tertahan oleh defisit perdagangan migas sebesar US$2,54 miliar.

“Untuk neraca perdagangan pada kondisi Agustus tahun 2026 ini mengalami surplus sebesar 3,55 miliar USD,” ujar Ateng.

Dari sisi impor, nilainya sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$186,39 miliar atau meningkat 19,84% secara tahunan. Impor nonmigas juga tumbuh 16,83% menjadi US$157,09 miliar.

Pada Agustus 2026, nilai impor tercatat US$23,06 miliar, naik 19,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara impor nonmigas meningkat 17,20% menjadi US$19,53 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, surplus neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai US$7,25 miliar.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...