Hasil panen petani dari Kendal, Semarang, dan Demak menjadi salah satu pasokan bahan baku beras di Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog Kendal, Jawa Tengah. Melalui fasilitas tersebut, gabah yang diserap Bulog diproses hingga menjadi beras untuk disimpan sebagai cadangan beras pemerintah (CBP).
Manajer Operasional Bulog SPP Kendal, M Aziz Latif, menjelaskan bahan baku pengolahan diperoleh melalui kegiatan penyerapan yang dilakukan Tim Jemput Gabah. Gabah dari petani kemudian dibawa ke fasilitas penggilingan untuk melewati proses pengeringan dan pengolahan.
Dalam operasional hariannya, SPP Kendal dapat mengeringkan hingga 120 ton gabah. Dari fasilitas penggilingan tersebut, Bulog juga mampu menghasilkan sekitar 50 ton beras per hari.
Perubahan gabah menjadi beras membutuhkan waktu pengolahan yang tidak singkat. Menurut Aziz, gabah harus melalui proses pengeringan selama sekitar 16 jam sebelum masuk ke tahap penggilingan yang memerlukan waktu kurang lebih delapan jam.
Beras yang telah selesai diproses selanjutnya dikirim ke gudang Bulog. Hasil pengolahan itu menjadi bagian dari persediaan CBP yang dikelola pemerintah untuk mendukung ketersediaan pangan.
Aziz mengatakan fasilitas SPP Kendal tidak hanya menangani gabah dari satu wilayah. Selain Kendal, bahan baku juga berasal dari Semarang dan Demak yang termasuk dalam wilayah kerja Bulog Semarang. Fasilitas tersebut dapat membantu pengolahan gabah dari daerah lain apabila dibutuhkan.
Dalam proses penyerapan, Bulog mengikuti hasil pengumpulan gabah oleh Tim Jemput Gabah. Aziz menyebut gabah yang diterima dapat memiliki beragam kondisi kualitas, tetapi umumnya telah mencapai umur panen yang cukup.
“Biasanya kita di any quality , lalu gabah itu sudah cukup umur panen,” ujar Aziz saat ditemui di Kendal, Jumat (30/10).
Keberadaan fasilitas pengolahan tersebut membuat Bulog memiliki sarana untuk melanjutkan proses setelah gabah dibeli dari petani. Dengan demikian, hasil penyerapan tidak hanya terkumpul sebagai gabah, tetapi dapat segera diproses menjadi beras dan disimpan sebagai persediaan pemerintah.
Kapasitas pengeringan dan penggilingan di Kendal menjadi salah satu penunjang pengelolaan hasil panen dalam negeri. Pengolahan yang terhubung dengan kegiatan penyerapan dan penyimpanan tersebut turut mendukung upaya Bulog menjaga ketersediaan cadangan beras pemerintah.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
