Pasukan Israel menggelar operasi militer di sedikitnya 15 kota dan permukiman di Tepi Barat sejak Jumat (23/10/2026). Operasi tersebut dilaporkan melibatkan penangkapan puluhan warga Palestina, penggeledahan rumah, hingga penghancuran bangunan di wilayah Hebron.
Koresponden Al Jazeera melaporkan pada Sabtu (24/10/2026), penggerebekan berlangsung di sejumlah wilayah, antara lain Nablus, Jenin, Tubas, dan Qalqilya. Di Nablus, pasukan Israel menangkap sejumlah warga serta menggeledah rumah di Desa Jalud dan Qaryut. Penangkapan juga dilaporkan terjadi di Arrabeh dan Burqin, dekat Jenin.
Di Hebron, sebuah bangunan tiga lantai dihancurkan menggunakan buldoser. Keluarga yang tinggal di bangunan tersebut dilaporkan hanya memiliki waktu lima menit untuk mengambil barang-barang mereka. Pasukan Israel juga memerintahkan ratusan keluarga Palestina meninggalkan tempat tinggal mereka di kawasan Ein Deir Bahha dan sekitarnya.
Operasi ini berlangsung setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan persiapan penutupan total Tepi Barat. Langkah tersebut menyusul serangan di dekat permukiman Telem yang menewaskan dua tentara Israel dan melukai tiga lainnya, menurut laporan sebelumnya.
Militer Israel menyatakan operasi di Hebron akan berlangsung selama beberapa hari. Penggerebekan juga dilakukan di wilayah lain, termasuk Jericho dan kamp pengungsi Aqabat Jabr.
Rencana penutupan total Tepi Barat berpotensi membatasi mobilitas jutaan warga Palestina. Sejumlah pos pemeriksaan dan gerbang akses di wilayah tersebut diperkirakan akan ditutup apabila kebijakan itu diterapkan.
Sekretaris Jenderal Partai Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, menilai pembatasan tersebut dapat menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan kegiatan ekonomi. Ia memperingatkan bahwa kebijakan itu berisiko meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyerukan pengambilalihan kendali penuh atas Tepi Barat. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat kekerasan yang melibatkan tentara dan pemukim Israel terhadap warga Palestina, termasuk serangan terhadap warga yang sedang memanen zaitun.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
