PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memprioritaskan penyelesaian sembilan rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru produksi PT Industri Kereta Api (INKA) untuk memenuhi kebutuhan armada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sementara itu, rencana pengadaan KRL bekas dari Jepang masih dalam tahap kajian.
Vice President Corporate Communications KAI, Anne Purba, mengatakan kajian impor kereta bekas masih berlangsung, terutama terkait aspek legalitas dan ketentuan yang harus dipenuhi. Hingga Sabtu (24/10/2026), belum ada kepastian mengenai realisasi pengadaan tersebut.
Anne menjelaskan, KAI saat ini berfokus pada penyelesaian pesanan 16 rangkaian KRL produksi INKA. Dari jumlah tersebut, tujuh rangkaian telah beroperasi, sedangkan sembilan rangkaian lainnya mulai dikirim ke Jakarta.
Menurutnya, penyelesaian sisa rangkaian tersebut menjadi salah satu prioritas untuk mendukung pemenuhan kapasitas transportasi di Jabodetabek. Adapun perkembangan lebih lanjut mengenai rencana impor KRL bekas masih menunggu penjelasan resmi dari KAI Commuter.
Wacana impor KRL bekas dari Jepang sebelumnya mencuat sebagai salah satu opsi untuk menjaga kecukupan armada di Jabodetabek. Namun, rencana tersebut belum dapat langsung direalisasikan meskipun disebut telah memperoleh persetujuan Komisi VI DPR.
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya menyampaikan bahwa impor kereta bekas termasuk kategori impor yang diatur. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan rekomendasi dari kementerian teknis serta pemenuhan persyaratan yang berlaku di sejumlah instansi.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
