Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengusulkan pembangunan kamp bebas asap untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat perlindungan sementara, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia di wilayah terdampak.
Usulan tersebut muncul di tengah tingginya jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla. Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi hingga 12 Oktober 2026.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 62.400 kasus atau 22,5 persen dialami anak berusia 0–5 tahun. Kondisi ini menjadi perhatian karena anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari paparan asap.
Daniel menyampaikan usulan pembangunan kamp tersebut kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (14/10/2026). Menurutnya, fasilitas perlindungan diperlukan terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang tidak lagi mampu bertahan di lingkungan dengan kualitas udara buruk.
Ia mengusulkan agar kamp dilengkapi fasilitas kesehatan dan pasokan oksigen yang memadai. Selain itu, pemerintah diminta membagikan masker secara gratis kepada masyarakat dan sukarelawan.
Daniel juga meminta akses masker diperluas melalui puskesmas agar warga dapat memperolehnya tanpa terkendala biaya. Ia menilai kebutuhan perlindungan kesehatan harus menjadi perhatian selama penanganan karhutla berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan, data kasus ISPA akan terus dipantau untuk mendeteksi kenaikan jumlah penderita dan memperkuat respons kesehatan.
Adapun BNPB melaporkan luas lahan karhutla yang masih ditangani mencapai 639,23 hektare per 12 Oktober 2026. Enam provinsi menjadi prioritas penanganan, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Kabut asap tebal di sejumlah wilayah juga dilaporkan menghambat operasi pemadaman udara karena jarak pandang yang terbatas.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

