Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka kemungkinan penyesuaian jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA sederajat 2026 bagi peserta di wilayah terdampak bencana. Penyesuaian tersebut akan dipertimbangkan apabila kondisi darurat membuat peserta tidak dapat mengikuti ujian, termasuk pada jadwal susulan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan, kementerian masih mengkaji alternatif waktu pelaksanaan dengan memperhatikan perkembangan kondisi di setiap daerah. Menurutnya, ketentuan jadwal dapat disesuaikan apabila situasi di lapangan memang mengharuskan perubahan.
“Aturan itu bisa kita sesuaikan kalau situasi lapangan memang menuntut perubahan,” kata Fajar dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Fajar menjelaskan, kemungkinan perubahan jadwal masih dalam tahap evaluasi. Keputusan lebih lanjut akan disampaikan secara resmi oleh Kemendikdasmen setelah mempertimbangkan perkembangan situasi di masing-masing daerah.
Berdasarkan pemantauan kementerian, pelaksanaan TKA di Kalimantan Tengah masih menunggu perkembangan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski hujan telah turun, indeks standar pencemar udara (ISPU) yang dilaporkan masih berada di atas 200 atau masuk kategori tidak sehat.
Pemerintah daerah setempat juga masih menunggu arahan terkait perpanjangan status tanggap darurat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelanjutan pelaksanaan TKA di wilayah terdampak.
Sementara itu, pelaksanaan TKA hari ketiga di DKI Jakarta dilaporkan berjalan lancar. Sejumlah kendala jaringan internet yang terjadi pada hari sebelumnya telah berhasil ditangani.
Fajar menyebut laporan dari berbagai daerah akan menjadi bahan evaluasi kementerian untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa peserta TKA yang mengalami kendala teknis pada sesi pertama hari kedua akan mengikuti ujian susulan pada Jumat (30/10/2026).
Gangguan tersebut terjadi saat ujian Bahasa Inggris sedang berlangsung, bukan pada awal pelaksanaan. Pemerintah kemudian memutuskan untuk menjadwalkan ulang ujian bagi peserta terdampak, sementara sesi kedua dan ketiga tetap berjalan normal.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi
