World

Kerusuhan Prancis Picu Pelemahan Bursa Saham Eropa

Pasar saham Eropa melemah pada awal perdagangan Senin (19/10/2026) di tengah kekhawatiran investor terhadap dampak demonstrasi yang berujung kerusuhan dan penjarahan di sejumlah wilayah Prancis. Situasi tersebut turut menimbulkan tekanan bagi pelaku usaha yang mengalami kerusakan toko dan gangguan operasional.

Mengutip Euro News, indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun lebih dari 0,6%, sedangkan Euro Stoxx 50 melemah 0,1%. Indeks CAC 40 Prancis juga terkoreksi 0,5%. Di sektor ritel, saham Carrefour turun lebih dari 2% setelah perusahaan melaporkan sekitar 50 tokonya menjadi sasaran penjarahan.

Pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa utama Eropa. Indeks FTSE 100 Inggris, FTSE MIB Italia, dan IBEX 35 Spanyol masing-masing turun dalam kisaran 0,4% hingga 0,6%. Sementara itu, DAX Jerman merosot lebih dari 0,8%, sedangkan AEX Belanda bergerak berlawanan arah dengan kenaikan lebih dari 0,4%.

Tekanan tidak hanya terlihat di pasar saham, tetapi juga pada instrumen keuangan Prancis. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun mencapai 4,86%. Di pasar valuta asing, euro melemah 0,2% terhadap dolar Amerika Serikat menjadi sekitar US$ 1,121.

Ketidakpastian politik dan sosial turut menjadi perhatian investor setelah Moody’s meninjau peringkat kredit Prancis di level Aa3 dengan prospek negatif. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran mengenai kemampuan pemerintah mengelola keuangan negara di tengah gejolak domestik.

Kerusuhan bermula dari demonstrasi nasional pada Sabtu (17/10/2026) yang diikuti sekitar 550.000 orang. Aksi yang memprotes kenaikan biaya hidup dan kondisi sekolah itu berujung pada penjarahan di Paris, Lyon, Marseille, Bordeaux, serta sejumlah kota lainnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyatakan sekitar 2.400 orang ditangkap. Ia juga mengakui pemerintah kurang mengantisipasi situasi dan kehilangan kendali di sejumlah kota.

Dampak terhadap dunia usaha turut menjadi sorotan. CEO Carrefour Alexandre Bompard memperkirakan kerugian akibat kerusuhan mencapai ratusan juta euro. Ia menyebut biaya perbaikan kerusakan di Carrefour saja diperkirakan melampaui 10 juta euro.

Pemerintah Prancis dijadwalkan menggelar rapat krisis pada Senin untuk membahas perkembangan situasi. Menteri Perdagangan Serge Papin juga akan bertemu dengan perwakilan sektor perdagangan, perbankan, dan asuransi guna membahas dampak kerusuhan terhadap kegiatan usaha.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...