World

Lima Personel Polda Jatim Siap Emban Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah

Lima personel Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 untuk misi United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA) di Republik Afrika Tengah.

Kelima personel tersebut adalah Ipda Dwi Adianto, Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, Brigpol Farhana Rizka Isnaini, dan Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, seluruh personel telah menjalani pelatihan dan pembinaan intensif sebelum diberangkatkan ke wilayah misi. Persiapan tersebut mencakup peningkatan kemampuan individu sekaligus membangun soliditas sebagai satu kesatuan FPU.

Sebelum menjalankan tugas, para personel wajib mengikuti Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA yang berlangsung dalam tiga tahap selama 40 hari, 52 hari, dan 30 hari. Materi pelatihan mencakup Police Tactics and Techniques, Public Order Management, pelatihan senjata api, Tactical Driving, serta fungsi operasional dan logistik.

Selain itu, mereka juga mendapatkan pelatihan khusus untuk sejumlah posisi, termasuk Minpers, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, sniper, dan instruktur FPU. Karena penugasan berlangsung di lingkungan yang menggunakan bahasa Prancis, personel juga memperoleh pelatihan bahasa untuk mendukung komunikasi dan koordinasi selama misi.

Rangkaian persiapan turut mencakup Joint Training Polwan dan Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Pre-Assessment of Operational Capability (Pre-AOC), Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, Ground Handling, serta kegiatan team building.

Seluruh tahapan tersebut kemudian ditutup dengan sejumlah tradisi pelepasan, termasuk Tradisi Jalan Juang, upacara pembaretan, dan upacara penutupan resmi sebelum keberangkatan menuju Afrika Tengah.

Polda Jatim menyatakan rangkaian pembinaan tersebut ditujukan untuk memastikan personel siap menghadapi tuntutan operasional dan bekerja sebagai bagian dari kontingen internasional. Kemampuan taktis, komunikasi, kepemimpinan, serta koordinasi menjadi bagian dari kompetensi yang dipersiapkan sebelum mereka menjalankan tugas.

Keikutsertaan lima personel Polda Jatim menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah.

Menurut Jules Abraham Abast, para personel membawa nama Polri dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lingkungan internasional. Mereka diharapkan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab selama berada di wilayah misi.

Penugasan tersebut juga menjadi bagian dari keterlibatan personel kepolisian Indonesia dalam mendukung mandat perdamaian dan stabilisasi PBB.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...