Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat di tengah dinamika ekonomi global.
Salah satu peluang tersebut dapat dilakukan melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan timbal balik. Menurut Budi, kerja sama tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan hubungan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Budi mengatakan penguatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara berpotensi membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha di Indonesia maupun Amerika Serikat.
Ia juga menyebut ART dapat memberikan kepastian dalam perdagangan, memperluas akses pasar, serta memperkuat keterhubungan rantai pasok antara kedua negara.
Di tengah meningkatnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam perekonomian dunia, Budi menilai posisi strategis Indonesia juga semakin penting. Indonesia memiliki potensi dari pertumbuhan pasar, tenaga kerja produktif, serta sumber daya yang dimiliki.
Pemerintah juga terus mendorong sejumlah agenda untuk memperkuat perekonomian nasional, di antaranya hilirisasi industri, ketahanan pangan, keberlanjutan, serta perluasan akses produk Indonesia ke pasar global.
Budi menegaskan Indonesia tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan dengan negara lain. Di sisi lain, pemerintah juga melanjutkan reformasi di dalam negeri untuk memperkuat industri nasional dan memperluas kerja sama ekonomi.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

