Economy National

OJK Apresiasi Investor Domestik Usai IHSG Menguat 4,9 Persen

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi peran investor domestik dalam menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4,9 persen pada pekan lalu, setelah sebelumnya mengalami koreksi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, pasar modal Indonesia sempat menghadapi tekanan akibat berbagai sentimen, termasuk pengumuman terbaru penyedia indeks global MSCI.

Meski demikian, Hasan menilai investor domestik mampu menyikapi kondisi tersebut dengan baik. Menurutnya, investor tidak semata-mata bereaksi terhadap sentimen jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan peluang investasi pada perusahaan dengan fundamental yang kuat.

Sikap tersebut turut mendorong IHSG menguat ke level 5.439 pada Jumat (23/10), naik dari posisi penutupan pekan sebelumnya di level 5.185. Hasan bahkan mengatakan bahwa IHSG mencatatkan kinerja mingguan terbaik di antara indeks-indeks utama global.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh investor, terutama investor domestik kita,” ujar Hasan dalam konferensi pers, Senin (26/10).

“Mereka tidak semata-mata bereaksi terhadap sentimen, melainkan mampu melihat peluang investasi pada saham-saham perusahaan dengan fundamental kuat, dengan penilaian prospek usaha yang baik ke depan, dan juga valuasi yang saat ini semakin dirasakan di tingkat yang menarik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sikap tersebut mencerminkan kedewasaan dan kematangan investor domestik dalam berinvestasi di pasar modal. Dalam hal ini, Hasan mengapresiasi investor yang mengambil keputusan berdasarkan fundamental perusahaan dan penilaian risiko secara objektif.

Menurutnya, sikap investor tersebut juga tidak terlepas dari respons cepat OJK setelah pengumuman MSCI, salah satunya melalui pemberian sanksi administratif kepada sejumlah emiten yang menjalankan praktik perdagangan tidak sehat.

Ia menilai langkah tersebut dapat meredam kepanikan di pasar sekaligus membantu memulihkan kepercayaan investor.

“Di tengah tekanan jual, terutama dari para investor asing, investor domestik memperlihatkan kembali ketahanan dan kedewasaan yang patut diapresiasi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasan juga mengapresiasi emiten yang melakukan pembelian kembali saham (buyback). Selain itu, ia mengapresiasi investasi dari investor institusional, seperti lembaga dana pensiun dan perusahaan asuransi, yang turut memperkuat keseimbangan mekanisme pasar domestik.

Menurutnya, aksi investor domestik tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap prospek perekonomian Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan kondisi pasar modal pada pekan lalu bukan berarti tekanan telah berakhir. Namun, perkembangan tersebut memberikan pelajaran bahwa mekanisme pasar modal telah menunjukkan perbaikan.

“Perkembangan tersebut merupakan indikasi awal bahwa mekanisme pasar setidaknya telah kembali bekerja secara lebih rasional dan terkendali,” kata dia.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...