National

Papua Selatan Catat Karhutla Terluas, BNPB Kerahkan 58 Armada Udara

Papua Selatan menjadi provinsi dengan luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di antara lima wilayah yang kini menjadi prioritas penanganan pemerintah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran telah berdampak pada 502 hektare (ha) lahan di provinsi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan karhutla di Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.

Kelima provinsi tersebut memiliki total luasan lahan terdampak mencapai 1.410 ha. Rinciannya, Sulawesi Tengah mencatat 295 ha, Sulawesi Tenggara 257 ha, Maluku 182 ha, dan Kalimantan Timur 174 ha.

“Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10/2026).

Berton menjelaskan, perubahan wilayah prioritas tersebut berbeda dari periode sebelumnya, ketika pemerintah berfokus menangani karhutla di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Untuk mendukung upaya pemadaman, pemerintah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter untuk operasi udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dari total armada tersebut, sebanyak 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, serta empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha. Jumlah tersebut berkurang satu unit setelah armada yang sebelumnya bertugas di Jawa Timur ditarik karena kondisi kebakaran di wilayah itu relatif kondusif.

Selain pemadaman dari udara, pemerintah juga mengoptimalkan OMC dengan menggunakan natrium klorida (NaCl) dan es kering atau dry ice untuk memicu hujan.

Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan total bahan semai mencapai 23.900 kilogram. Operasi tersebut difokuskan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Menurut Berton, upaya tersebut turut memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara di Sumatera Selatan, hujan tercatat memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.

BNPB memastikan operasi modifikasi cuaca masih berlangsung untuk membantu penanganan karhutla. Pemerintah berharap hujan dapat membantu memadamkan titik api, termasuk bara yang berada di bawah permukaan lahan.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...