Pencari kerja diminta mewaspadai penipuan berkedok rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan besar. Modus yang digunakan pelaku beragam, mulai dari meminta pembayaran tiket perjalanan dan akomodasi hingga meminta transfer uang dengan dalih biaya proses seleksi.
Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, mengingatkan masyarakat agar memeriksa keaslian informasi lowongan sebelum mengikuti proses rekrutmen, khususnya yang mencatut nama Pegadaian.
Menurut Dewi, salah satu modus yang kerap ditemukan adalah pengiriman surat panggilan wawancara yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. Pelaku biasanya menjanjikan penggantian biaya atau reimbursement setelah pelamar melakukan pembayaran.
Modus lainnya berupa undangan wawancara daring melalui aplikasi rapat virtual yang disertai permintaan transfer sejumlah uang.
“Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apapun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar,” tegas Dewi.
Ia mengimbau pencari kerja untuk memperoleh informasi rekrutmen melalui kanal resmi perusahaan, termasuk situs pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, dan akun Instagram @pegadaian_id.
Enam tips menghindari penipuan rekrutmen
Pegadaian membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pencari kerja untuk mengenali informasi rekrutmen palsu.
1. Periksa sumber informasi
Pastikan lowongan diumumkan melalui situs web atau akun media sosial resmi perusahaan. Pelamar juga perlu memeriksa alamat pengirim email dan memastikan domainnya sesuai dengan kanal resmi perusahaan.
Jangan langsung mempercayai informasi yang hanya beredar melalui pesan berantai atau akun yang tidak jelas identitasnya.
2. Jangan membayar biaya rekrutmen
Waspadai pihak yang meminta uang untuk mengikuti seleksi, membayar tiket pesawat, memesan hotel, atau mengurus akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. Janji penggantian biaya setelah pembayaran juga perlu dicurigai.
Pegadaian menegaskan bahwa proses rekrutmennya tidak dipungut biaya dan perusahaan tidak bekerja sama dengan agen perjalanan untuk mengatur kebutuhan transportasi maupun akomodasi pelamar.
3. Perhatikan kualitas dokumen dan pengumuman
Periksa tata bahasa, ejaan, tanda baca, format surat, serta penggunaan logo perusahaan. Kesalahan ketik yang berlebihan, logo dengan warna atau bentuk tidak sesuai, dan tata letak yang janggal dapat menjadi tanda yang perlu ditelusuri lebih lanjut.
Namun, tampilan dokumen yang rapi tidak otomatis menjamin informasi tersebut asli. Keabsahannya tetap perlu diperiksa melalui kanal resmi.
4. Verifikasi alamat dan nomor kontak
Periksa alamat kantor melalui peta digital dan bandingkan dengan informasi pada situs resmi perusahaan. Nomor telepon yang tercantum juga perlu diverifikasi melalui kanal resmi, bukan hanya berdasarkan identitas atau foto profil pada aplikasi pesan.
5. Waspadai tawaran gaji yang tidak masuk akal
Jangan terburu-buru menerima tawaran dengan gaji jauh di atas kisaran umum untuk posisi dan pengalaman yang dipersyaratkan. Cari pembanding dan periksa kembali identitas perusahaan serta detail pekerjaan sebelum menyerahkan data pribadi.
6. Cermati tahapan seleksi
Proses seleksi perlu memiliki informasi yang jelas mengenai tahapan, persyaratan, dan pihak penyelenggara. Pelamar patut berhati-hati jika dijanjikan langsung diterima tanpa proses yang wajar atau diminta membayar agar dapat melanjutkan seleksi.
Tahapan rekrutmen setiap perusahaan dapat berbeda sesuai kebutuhan posisi. Karena itu, pelamar sebaiknya mengonfirmasi prosedur melalui kanal resmi perusahaan yang bersangkutan.
Cara melaporkan informasi mencurigakan
Jika menerima informasi rekrutmen yang mencurigakan dan mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat melakukan konfirmasi melalui layanan resmi perusahaan, termasuk Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1500-569.
Pencari kerja juga perlu menghindari pengiriman data pribadi atau transfer uang sebelum keaslian informasi terkonfirmasi. Memeriksa sumber pengumuman dan menghubungi perusahaan melalui kontak resmi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi
